Dok. KOREM 072 for Radar Jogja
DIRUSAK WARGA: Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono saat berdiri di atas patok pagar batas tanah milik TNI di wilayah Desa Ayam Putih, Bulus Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah yang di rusak warga, kemarin (30/6).
JOGJA – Berbagai upaya terus dilakukan TNI untuk mencegah insiden di tengah latihan. Salah satunya adalah penyediaan lapangan tempat latihan menembak. Lapangan tembak tersebut secara rutin dilakukan pemeriksaan, guna memastikan wilayah tersebut masih aman.
Seperti yang dilakukan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono, kemarin (30/6). Danrem melakukan penunjauan lapangan tembak hingga tempat pembangunan pagar batas tanah TNI AD di wilayah Ambal Kebumen, Jawa Tengah. Daerah tersebut sering digunakan latihan menembak dengan senjata berat.
“Sejak 2013 lalu hingga sekarang, pagar pembatas yang dibangun TNI AD sudah mencapai 23 KM yaitu di kecamatan Ambal, Mirit, dan Bulus Pesantren,” kata Mulyono, kemarin.
Yang mengejutkan dari hasil peninjauan, ditemukan adanya perusakan terhadap patok pagar batas sebagai penanda lokasi l;atihan menembak, yaitu di Desa Ayam Putih, Bulus Pesantren, Kebumen. Menurut Mulyono, proses pembangunan pagar batas, memang tidak mudah. Sebab, warga sekitar ada yang menolak, bahkan sampai merobohkan pagar batas tersebut.
“Padahal, pagar pembatas untuk melindungi warga sekitar ketika ada latihan yang dilakukan personel TNI,” katanya.
Diduga patok pembatas tersebut dirusak warga pada 22 Juni lalu. Tak hanya merobohkan patok pembatas, masyarakat juga menimbun kalian yang disiapkan untuk membuat pondasi. Temuan tersebut sudah dilaporkan ke polisi, tapi belum ada tindak lanjutnya. “Setiap ada latihan, kami selalu memasang tanda, sehingga warga tidak dibolehkan masuk ke area latihan. Jika nekat menerobos masuk, maka bisa berakibat insiden,” ingatnya.
Kepala penerangan Korem 072/Pamungkas Mayor Inf M Munasik menambahkan, pemagaran aset ini merupakan program TNI. Korem akan terus melanjutkan pembangunan pagar batas. “Tapi kami mengedepankan musyawarah. Tujuan pembagunan pagar batas, adalah untuk keamanan dan kenyamanan TNI AD dan masyarakat sekitar,” terang Munasik. (mar/jko/jiong)