FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
OPERASI RUTIN: Hasil razia tim gabungan berhasil menyita daging gelonggongan sebanyak 165 kilogram. Selanjutnya, seluruh daging dimusnahkan dengan dibakar.
MAGELANG – Tim gabungan dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Dispeterikan), Satpol PP Kota Magelang, dan Polsek Magelang Selatan menyita daging gelonggongan sebanyak 165 kilogram, Selasa dini hari (30/6). Bersamaan itu, juga disita hati sapi yang mengandung cacing sebanyak 3 kilogram.Kepala Dispeterikan Kota Magelang Sri Retno Murtiningsih mengatakan, daging yang membahayakan kesehatan itu disita dari Eko Sulis, pedagang di Pasar Gotong Royong seberat 40 kilogram. Dari tangan Zubaidi, warga Tanduk Kabupaten Boyolali, tim gabungan mendapati daging seberat 125 kilogram.”Kalau yang hati sapi bercacing dari tangan Tati, pedagang di Pasar Gotong Royong. Semua daging dan hati ini langsung dimusnahkan dengan cara dibakar,” kata Retno, di sela pembakaran daging hasil sitaan ini di halaman Kantor Satpol PP, kemarin (30/6).Ia menjelaskan, penyitaan dilakukan saat razia di pasar tradisional sejak pukul 02.00. Razia rutin digelar selama Ramadan. Terutama mendekati Idul Fitri. Sebab, biasanya banyak pedagang yang nakal menjual daging tak laik konsumsi.”Khusus untuk Zubaidi, pelaku membawa daging gelonggongan dengan menggunakan mobil pikap terbuka. Kami sita dari tangan Zubaidi di rumah Kuat, pedagang di Karang Kidul. Kami curiga, karena ia merupakan pelaku lama yang sudah mengendus razia ini,” ungkapnya.Kepada petugas, Zubaidi menga-ku, daging gelonggongan yang di-bawa diperoleh dari seseorang bernama Yadi asal Kabupaten Salatiga. Daging ini sedianya di-setorkan ke sejumlah pedagang di Pasar Rejowinangun dan Gotong Royong Kota Magelang.”Zubaidi kerap ditangkap dengan kasus serupa. Termasuk tahun 2014. Sehingga, kami selalu mencurigainya, mengingat ia tidak kapok-kapok menjual daging yang berbahaya bagi kesehatan,” katanya.Sementara itu, pembakaran daging ini dilakukan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bersama Wakil Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm I Made Gede Antara, dan anggota Satpol PP.Sigit menegaskan, peredaran daging gelonggongan tidak boleh sampai masuk di pasaran Kota Magelang. Pihaknya senantiasa mengawasi dan merazia semua barang yang tidak berkualitas, sehingga memberi kenyamanan pada konsumen.”Pelaku pembawa daging gelong-gongan ini sifatnya spekulasi. Mereka menyadari dan ingin mencari untung besar. Tapi, yang terjadi malah bun-tung alias rugi besar. Soal sanksi, kami serahkan ke pihak kepolisian,” jelasnya. (dem/hes/ong)