JOGJA – Skenario pemunduran pemilihan bupati (pilbup) 9 Desember di Kabupaten Bantul, belum pasti bakal ikut periode selanjutnya tahun 2017. Sebab, aturan teknis mengenai ketentuan jika pilbup tak terlaksana, sampai kini belum dikantongi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Tak pasti. Bisa saja hanya tiga bulan atau tetap 9 Desember, yakni dengan membuka pendaftaran kembali,” tandas Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan kemarin (30/1).
Ia menjelaskan, sesuai UU No 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah, pilbup bisa saja mundur. Jika, tak ada dua pasangan calon atau lebih yang mendaftar. “Kalau hanya satu pasangan calon, berarti tidak bisa dilaksanakan. Mundur pelaksanaannya,” jelas Hamdan.
Hanya saja, mundurnya pelaksanaan pilbup tersebut harus dikoordinasikan dengan KPU Pusat. Karena KPU juga belum memiliki peraturan yang mengatur pelaksanaan pilbup yang mundur. “Sampai sekarang belum ada kejelasan,” lanjutnya.
Dari pelaksanaan pilbup di tiga kabupaten, Gunungkidul menjadi daerah paling bergairah. Tak hanya pasangan calon yang diusung partai politik. Di daerah yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, juga ada pasangan calon independen.
Sampai pendaftaran jalur independen ditutup, ada satu pasangan calon Benyamin Sudarmadi dan Mustangid yang mendaftar. KPU setempat kini juga tengah memverifikasi dukungan KTP. Dengan syarat minimal dukungan bakal calon independen sebanyak 56.209 orang dan dibuktikan dengan fotokopi KTP.
Sedangkan di Kabupaten Sleman, sama sekali tak memiliki calon independen. Sampai penutupan, tak ada calon independen yang mendaftarkan diri. “Hanya Gunungkidul. Memang berat kalau maju independen, harus memiliki dukungan KTP sangat banyak,” tambahnya.
Anggota Presidum Koalisi Merah Putih (KMP) DIJ Nazarudin menambahkan, pilihan untuk memundurkan pilbup di Bantul memang pilihan realistis. Ini karena sampai saat ini KMP belum bisa menemukan calon yang mampu mengimbangi petahana Sri Surya Widati.
“Ini masih terus mencari. Makanya muncul beberapa nama. Ada Pak dr Sagiran, Pak Gandung (Pardiman). Siapa yang paling kuat dan bisa mengimbangi calon incumbent, kami usung,” tandasnya.
Ketua DPW PAN DIJ ini mengatakan, berbagai peluang masih bisa saja terjadi untuk pilbup di Bantul. Nazar pun tak mau mendahului. Ia meminta untuk menunggu sampai penutupan pendaftaran calon pasangan dari jalur parpol ini, 26 Juli – 28 Juli mendatang. “Lihat saja nanti. Ada tidak yang didaftarkan dari KMP,” ujar Nazar. (eri/laz/ong)