GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TUKAR UANG: Salah seorang warga usai menukarkan uang pecahan kecil di KPBI DIJ belum lama ini. Menjelang lebaran, penukaran uang kecil baru mengalami peningkatan siginifikan.
KULONPROGO – Kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) menjelang Idul Fitri biasanya meningkat tajam. Hal itu tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat memberikan uang atau sangu kepada kerabat yang lebih muda, khususnya anak kecil sebagai momen setahun sekali.
Kebiasaan ini bahkan sering memunculkan jasa penukaran uang pecahan kecil, setiap menjelang Idul Fitri setiap tahunnya. Mereka menyediakan pecahan uang mulai dari Rp 5.000, Rp 10 ribu Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu di pinggir-pinggir jalan.
Tidak sedikit pula warga yang berburu uang pecahan kecil ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Melihat tren tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ berencana membuka layanan penukaran uang baru pecahan kecil di lingkungan Kantor Kabupaten Kulonprogo.
Kepala KPBI DIJ Arief Budi Santoso mengatakan, ini menjadi salah satu upaya meningkatkan layanan kas kepada masyarakat, khususnya kebutuhan UPK menjelang Idul Fitri 1436 H. “Kami akan membuka layanan penukaran uang baru pecahan kecil secara gratis, rencana mulai tanggal 6 hingga 15 Juli mendatang,” terangnya saat di Kulonprogo, kemarin (1/7).
Arief menegaskan, pihaknya juga sudah berkirim surat kepada Sekda Kulonprogo. Surat tertanggal 22 Juni 2015 perihal Layanan Penukaran Uang Baru Pecahan Kecil. “Dalam surat tersebut kami meminta bantuan untuk menginformasikan hal ini, dan mohon disiapkan tempat yang relatif aman,” ucapnya. (tom/ila/ong)