GUNUNGKIDUL – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DIJ menolak eksepsi atau keberatan terdakwa mantan Ketua DPD Nasdem Gunungkidul Suyanto. Penolakan itu berlangsung dalam sidang putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja, kemarin (1/7)
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari Sigit Kristiyanto membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, terdakwa dijerat dalam perkara kasus dugaan korupsi ketika masih menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Serut, Kecamatan Gedangsari.
“JPU meminta kepada majelis hakim untuk menolak eksepsi terdakwa,” kata Sigit.
Menurut Sigit, pada sidang selanjutnya terdakwa akan hadir dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi. Seperti diketahui, Suyanto didakwa telah melakukan penyimpangan anggaran pemerintahan desa saat masih menjabat sebagai kepala desa dengan nilai korupsi sebesar Rp 569,7 juta.
Selama ini yang bersangkutan ditahan di Lapas Wirogunan Jogjakarta. Alasan penahanan dilakukan karena sejumlah pertimbangan, di antaranya dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dan melarikan diri.
Akibat perbuatannya, Suyanto dijerat pasal 2 ayati 1 subsider pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 2009 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi junto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.
Terbongkarnya kasus itu berawal dari aduan warga dalam bentuk surat pada awal September 2013. Modus penggembosan keuangan negara tersebut adalah melaksanakan kegiatan desa namun tidak ada surat pertanggungjawaban (SPJ). Selain itu, ada beberapa pendapatan desa yang seharusnya masuk ke kas desa namun ada indikasi diselewengkan oleh tersangka. (gun/ila)