Frietqi Suryawan/Radar Jogja
PRESTASI: Para finalis pada lomba desain poster larangan merokok yang diadakan BEM FT Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang.
MAGELANG – Merokok sejak dini menjadi penyebab rusaknya generasi muda sekarang. Sayangnya, upaya pelarangan atas kebiasaan tak sehat tersebut, banyak dikaitkan dengan persoalan ekonomi dan berbagai kepentingan. Di antaranya, menyangkut kepentingan pemerintah atas cukai, petani tembakau, pekerja pabrik rokok, salesman rokok, agen pembuat iklan rokok, pembiayaan kegiatan olahraga dan musik , televisi, serta lainnya.
“Melarang, termasuk membuat fatwa haram bukanlah solusi. Ini tak bisa dihentikan hanya dalam hitungan hari. Menghentikan tak mungkin, tapi mengurangi mungkin. Kampanye persuasif dan terus-menerus adalah kegiatan yang baik untuk dilakukan,” kata Ketua panitia lomba desain poster larangan merokok BEM FT Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang Dwi Octafiarina Anggraita kemarin (1/7).
Kegiatan ini mengambil tema “Selamatkan Generasi Muda, Bebas asap Rokok untuk Masa Depan yang Lebih Baik”. Salah satu tujuan lomba adalah memberikan kesempatan berkarya pada pelajar SMA/sederajat dalam inovasi dan kreatifitias bidang desain.
“Upaya kami melawan kesewenang- wenangan perokok yang memaksa orang lain menghirup asapnya,” tegasnya.
Dari puluhan partisipan yang mengirimkan design posternya, akhirnya terpilih lima finalis yang harus mempresentasikan karyanya untuk menentukan juara 1, 2, dan 3. Final lomba design poster diadakan di Gedung Fakultas Teknik Untidar. Acara dimulai pukul 08.00 dan dibuka Dekan Fakultas Teknik Ir Kun Suharno MT.
Para finalis berasal dari SMK Purnama, SMK Negeri 1 Temanggung, SMK Muhammadiyah Mungkid, SMK Negeri 1 Godean Sleman, Jogjakarta, dan SMA Negeri 1 Magelang.
“Setelah melalui babak presentasi yang menegangkan, akhirnya Olivia Amalia Valentine dari SMA Negeri 1 Magelang menjadi juara pertama. Tempat kedua diraih Sigit Alfandi dari SMK Negeri 1 Godean dan juara ketiga diraih Bayu Gagat Rahino dari SMK Muhammadiyah Mungkid. Masing-masing pemenang mendapatkan tropi, piagam, dan uang pembinaan,” katanya.(dem/hes/ong)