JOGJA – Sekolah-sekolah favorit masih menjadi incaran calon siswa dan orang tua untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2015 ini. Itu terlihat pada hari pertama pendaftaran, kemarin (1/7). Tiga sekolah favorit, SMA N 1 Kota Jogja, SMA N 3, dan SMA N 8 langsung diserbu pendaftar.
Tak tanggung-tanggung, pada tiga sekolah favorit di Kota Jogja tersebut, nilai rataan siswa sampai di atas 350,00.
Seperti di SMA N 3 Kota Jogja, rata-rata nilai siswa yang telah mendaftarkan diri 383, 66 dengan nilai tertinggi 398,00. Kemudian nilai terendah 355,503. Jumlah pendatar yang telah menyerahkan formulir pun tinggi. Sampai pukul 14.00 WIB, ada 201 formulir siswa dari 216 kuota dalam kota dan 67 luar kota.
Disusul rata-rata tertinggi kedua adalah SMA N 1 Kota Jogja. Tapi, untuk pendaftar di hari pertama, SMA Teladan paling diminati dengan pendaftar mencapai 268 siswa dari 280 siswa dalam kota dan 86 luar kota.
SMA N 8 termasuk sekolah yang diminati. Sekolah yang berada di Jalan Kenari, Muja-Muju ini jumlah pendaftarnya mencapai 336 peserta didik. Dengan nilai rata-rata 374,43 atau nilai tertinggi mencapai 394,50 dan terendah 272,503.
Jumlah pendaftar yang minim ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana karena masih hari pertama. Orang tua dan siswa masih melihat-lihat perkembangan nilai yang masuk. “Hari pertama, masih wait and see,” tutur Edy, kemarin (1/7).
Soal sekolah-sekolah favorit yang paling diminati, lanjut Edy, hampir tiap PPDB seperti itu. Sekolah-sekolah yang dianggap favorit orang tua dan siswa yang biasanya langsung penuh dengan formulir.
“Saya hanya mengimbau orang tua wali untuk tidak memaksakan anaknya di sekolah favorit. Karena, semua sekolah sama,” ujarnya.
Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Asrori mengatakan, meski hari pertama minim, ia yakin hari selanjutnya sampai terakhir tanggal 3 Juli besok akan terjadi peningkatan pendaftar. Apalagi, dari proses registrasi yang sudah dilakukan, peminat dari luar Kota Jogja cukup tinggi.
“Ada 18 sekolah negeri terdiri atas 11 SMA Negeri dan 7 SMK Negeri. Sehingga, wajar kalau minat siswa masih di sekolah favorit,” ujarnya
Untuk penerimaan siswa baru dalam PPDB tahun ini tetap menggunakan nilai ujian nasional (NUN). Setiap calon siswa SMA bisa memilih tiga sekolah sebagai pilihannya dan SMK dua sekolah.
“Parameter siapa yang diterima tergantung pendaftar. Jika NUN yang masuk tinggi-tinggi, maka nilai terendah juga sudah tinggi,” katanya.
Untuk melihat pergerakan nilai pendaftaran sendiri, kata Budi, setiap sekolah di Jogja menyediakan layar lebar dan beberapa komputer di sekolah. Kuota PPDB untuk siswa luar kota di SMA negeri di Jogja hanya 806 kursi. Sementara kuota untuk siswa dalam kota mencapai 1.747 kursi.
“Sangat mencukupi dengan angkatan kelulusannya,” terangnya. (eri/jko/ong)