HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KARAKTER: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat menyerahkan bantuan kepada warga Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan disela safari tarawih.
KULONPROGO – Agama merupakan dasar pembentukan karakter generasi muda. Melihat kenyataan itu, Pemkab Kulonprogo menargetkan penambahan porsi pendidikan agama di sekolah, termasuk menambah jumlah guru agama di sekolah dasar (SD) negeri.
Penegasan itu disampaikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat Safari Tarawih di Masjid Al Huda di Pedukuhan Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Senin (29/6) malam lalu. Merealisasikan target tersebut, pemkab bersama dengan DPRD Kulonprogo membuat Perda Pendidikan.
“Harapannya siswa kelas 3 SD sudah tamat Iqro’, lulus kelas 6 sudah khatam Alquran. Bagaimana supaya bisa begitu, jumlah dan kompetensi guru agama khususnya di SD Negeri perlu ditambah,” terang Hasto didampingi Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo.
Pada bagian lain Hasto kembali menegaskan, safari tarawih dan subuh di bulan Ramadan sangat banyak manfaatnya. Selain meningkatkan kadar keiman dan ketakwaan, juga mampu mempererat jalinan silaturahmi antara pemerintah dan warga masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, juga bisa digunakan untuk menyosialiasikan program pemerintah dan menyerap aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hasto memberikan bantuan kepada Takmir Masjid Al Huda dengan total bantuan Rp 4,5 jut. Dana itu bersumber dari Bazda Rp 2,5 juta, Bazcam Rp 1 juta, dari BPD Rp 1 juta. Bantuan juga diberikan kepada sejumlah pedagang kecil dan kaum duafa.
“Apa yang sudah dilakukan masyarakat dengan bergotong royong bersama membangun Masjid Al Huda ini sepantasnya mendapat apresiasi. Terlebih pembangunan juga terus berlanjut untuk jalan, TPA, dan gudang serta dapur di kompleks masjid,” ucap Hasto.
Sementara Disperindag ESDM juga menyerahkan bantuan kepada tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB). Meliputi KUB SMR Motor Pedukuhan Bandung di Donomulyo, KUB Restu Pedukuhan Grubug di Jatisarono, dan KUB Penjahit Tresno Pedukuhan Sokorojo di Wijimulyo.
Camat Nanggulan Jazil Ambar Wasan mengungkapkan, keberhasilan pembangunan masjid Al Huada tidak terlepas dari kepedulian dan tekad warga masyarakat sekitar. Tidak terkecuali mereka yang berada di perantauan. Masjid Al Huda dibangun di atas tanah seluas 984 meter persegi, proses pembangunan sudah dimulai sejak tahun 2013. (tom/ila/ong)