SETIAKY/RADAR JOGJA
DOAKAN KORBAN: Anggota TNI AU dan istri menggelar salat gaib di Masjid Baiturrochim, Kompleks Lanud Adisutjipto, Jogja, untuk mendoakan korban jatuhnya pesawat Hercules di Medan. Salat gaib juga dilakukan oleh anggota Kodim 0730/Gunungkidul di Wonosari.

SLEMAN – TNI AU Lanud Adisutjipto Jogjakarta kemarin pagi (1/7) langsung menggelar apel persiapan penyambutan datangnya tujuh jenazah korban Hercules C130 di Medan asal Jogjakarta. Sampai Rabu siang, informasi yang diterima dari Medan menyebutkan jenazah baru akan tiba hari ini (2/7).
Tujuh jenazah yang dimaksud adalahLettu Pandu Setiawan, copilot A 1310, alamat Patukan RT 04/21 Ambarketawang, Gamping, Sleman; Kopda Mujiman bin Sarto Jiyono, alamat Dusun Kutuh Kidul RT 03/30 Tridadi, Bantul; Kopda Eria Ageng bin Mujiyono, alamat Dusun Krewuluh RT 057/095 Pengasih, Kulonprogo.
Kemudian Pratu Warsiyanto bin Warsito Hadi, Dusun Sangkeh RT 41/1 Srigading, Sanden, Bantul; Kopda Saryanto bin alm Pawiro Dusun Kalongan RT 2/4 Maguwoharjo, Depok Sleman; Serda Agung budiarto bin Suwardi, Jl Sribit RT 4/RW12, Sendangtirto, Berbah Sleman; dan Serka Rudi Purwono, Desa Pasiraman Lor, Pekuncen, Banyumas.
Dalam apel pagi yang dipimpin komandan upacara Kasi Bintal Lanud Adisutjipto Letkol (Sus) Slamet, dipersiapkan anggota-anggota yang akan ditempatkan ke beberapa rumah duka. Sedangkan dalam amanatnya, Slamet mendoakan anggota TNI yang menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules diberikan tempat yang baik di sisi Tuhan.
“Kemarin terjadi musibah jatuhnya pesawat Hercules yang menelan korban saudara kita senasib sepenanggungan. Kita doakan, saudara kita yang meninggal menjalan tugas negara mudah-mudahan saat menghadap Tuhan masuk dalam berjuang, segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni dosanya,” kata Letkol Slamet.
Kapentak Lanud Adisutjipto Mayor Hamdi Londong menyebutkan, diperkirakan akan ada tujuh jenazah yang akan diterima di Lanud Adisutjipto secara militer. Enam di antaranya dimakamkan di DIJ, sedangkan satu diturunkan di Lanud Adisutjipto untuk selanjutnya dibawa melalui darat ke Banyumas.
“Sampai saat ini masih menunggu koordinasi dari Medan untuk diantar ke Jogja. Jika tidak ada permintaan khusus dari keluarga, maka akan dimakamkan secara militer,” katanya kepada wartawan di Lanud Adisutjipto kemarin (1/7).
Setelah apel, puluhan jamaah dari anggota TNI AU dan istri anggota melaksanakan salat ghaib di Masjid Baiturrochim, Kompleks Lanud Adisutjipto. Setelah salat, disempatkan dzikir dan membacakan Surat Yasin untuk mendoakan para korban.
“Mengenai kedatangan jenazah korban asal Jogja, kami masih menunggu proses identifikasi dari Inafis di Lanud Soewondo. Cepat tidaknya kedatangan, tergantung dari pihak sana,” tandas Londong.
Doa dan salat ghaib untuk para korban Hercules juga digelar oleh anggota TNI dari Kodim 0730/Gunungkidul di Masjid Musafir, komplek kodim setempat kemarin (1/7). Selaku imam, Sertu H. Sardono terlebih dahulu memimpin jamaah untuk salat wajib dzuhur.
Usai salat ghaib, anggota korps berseragam loreng itu memanjatkan doa serta tahlil dengan khidmad dan khusyuk. ‪Tidak hanya itu, siraman rohani melalui ceramah juga tedengar di atas mimbar menyerukan kepada jamaah agar berhati-hati setiap menjalankan tugas.
Kasi Personalia Kodim 0730 Gunungkidul Kapten Jarwanto mengatakan, salat ghaib untuk korban tragedi pesawat Hercules di Medan bukan merupakan intruksi dari atasan. Anggota kodim berinisiatif sendiri, karena terketuk hati menyaksikan musibah yang merenggut banyak korban jiwa itu.
Selain mendoakan untuk para korban, mereka juga berharap agar pemerintah memperhatikan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang ada, karena dinilai sudah tidak layak digunakan lagi. “Mungkin karena sudah tua, jadi kami berharap pascakejadian ini alutsista diperhatikan oleh pemerintah, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya. (cr3/gun/laz/ong)