MAGELANG – Minimnya pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) berdampak pada masyarakat. Mereka kesulitan mencari gas yang sering disebut gas melon tersebut.
Agar tidak terjadi saat Lebaran mendatang, Pemkot Magelang bakal menambah pasokan. Tujuannya, mengantisipasi meningkatnya kebutuhan gas melon pada Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Khusus Juli ini, pasokan ditambah 14,80 persen menjadi 180.300 tabung dari kuota reguler 157.060 tabung.
“Saat ini, jumlah pasokan gas tabung 3 kg sudah ditambah 8,41 persen atau menjadi 167.120 tabung. Ini untuk menutup kelangkaan gas hingga akhir bulan lalu,” kata Asisten Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Kota Magelang Sumartono kemarin (1/7).
Sumartono menambahkan, untuk bulan ini, pemerintah menambah lebih banyak lagi. Karena, diprediksikan terjadi peningkatan permintaan yang signifikan saat mendekati Lebaran.
“Jumlah tersebut untuk dua agen. Yakni, PT Fatima Utama dan PKK (Pusat Koperasi Konsumen),” imbuh Sumartono.
Dijelaskan, masing-masing agen mendapat tambahan berbeda. Untuk Fatima mendapat pasokan total 91.060 tabung dari kuota reguler 79.440 tabung. Sementara, PKK dipasok total 89.240 tabung dari kuota reguler 77.620 tabung.
“Kami perkirakan penambahan alokasi ini cukup hingga masuk Lebaran. Bahkan sampai akhir bulan nanti. Kalau tidak cukup, dua agen tersebut siap meminta tambahan lagi ke Pertamina,” tegasnya.
Penambahan yang cukup banyak itu, karena ada tambahan pasokan khusus untuk tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di dalam kota. Tambahannya sebanyak 5 ribu tabung atau naik dari alokasi khusus 23-26 Juni lalu yang hanya 2.880 tabung.
“Total 5 ribu tabung itu didistribusi dari dua agen tersebut, masing-masing 2.500 tabung. Kami tambah pasokan di SPBU, karena masyarakat banyak juga yang membeli gas di SPBU. Selain juga ada perintah dari Pertamina untuk memasok lebih ke SPBU,” katanya.
Ua mengingatkan untuk mewaspadai peredaran gas melon di wilayah perbatasan atau pinggiran. Sebab, biasanya terjadi kekurangan stok, mengingat pembeli tidak hanya dari warga dalam kota. Tetapi juga dari luar kota.
“Secara umum cukup, tapi khusus di pinggiran biasanya kurang. Kami minta agen untuk mengawasi dan mengantisipasinya jika terjadi kekurangan,” pintanya.
Penambahan pasokan diakui Kepala Agen PKK Bambang Setiawan. Ia menuturkan, agennya mendapat tambahan pasokan sebanyak 12,9 persen dari jatah reguler. Ia memperkirakan, jumlah itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
“Untuk meningkatkan pelayanan, kami siapkan satuan petugas (satgas) gas LPG 3 kg mulai Kamis besok (2/7) hingga 2 Agustus mendatang dengan 14 pangkalan. Tugasnya, mengantisipasi kendala distribusi di lapangan dan siap siaga melayani masyarakat,” katanya.(dem/hes/ong)