GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SIDAK ANGKUTAN LEBARAN: Petugas Dishubkominfo DIJ saat memeriksa kelaikan ban sebuah bus dalam inspeksi mendadak di Terminal Giwangan Jogja, kemarin (2/7).
JOGJA – Mengantisipasi jatuhnya korban pada saat mudik Lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) DIJ bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, memperketat operasional kendaraan. Ini dilakukan dengan mengecek kelaikan bus dan kesehatan sopir.
Dishubkominfo memberikan analisa, terjadinya sebuah kecelakaan, disebabkan dua faktor, yakni faktor orangnya (sopir), dan faktor kendaraannya. Karena itu, kelayakan kendaraan dan sopir menjadi fokus utama operasi atau razia. “Penyebab kecelakaan ada dua. Pertama, human error berarti dari kondisi kesehatan si sopir. Kedua, kendaraannya, bagaimana kondisi kelaikan jalannya,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishubkominfo DIJ Sigit Saryanto, usai pengecekan kelaikan bus dan kesehatan sopir di Terminal Giwangan, kemarin (2/7).
Ia menjelaskan, pada Ramadan ini, pihaknya memperketat kelaikan bus-bus yang masuk dan keluar Jogja. Dishubkominfo akan menggelar sidak ke terminal-terminal yang tersebar di DIJ secara bergiliran. Sidak antara lain dijadwalkan di Terminal Giwangan, Terminal Wonosari, Terminal Wates, Terminal Jombor, dan Terminal Palbapang, Bantul. “Setiap hari, kami muter. Ini untuk menekan adanya angka kecelakaan,” tandasnya.
Untuk sidak di Terminal Giwangan sudah dilakukan kemarin. Dari hasil pengecekan di Terminal Giwangan, mampu menjaring enam bus. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya melanggar ambang batas yang melebihi 70 persen. Bus tersebut dinyatakan tak laik, karena asap tebal yang keluar dari knalpot.
Sedangkan satu bus ditilang karena tak mengantongi izin trayek. Untuk pelanggaran yang ini, Dishubkominfo langsung menilang dan menahan surat-surat bus tersebut. Mereka baru bisa mengambil jika izin trayek tersebut kembali diperpanjang. “Yang dua karena SIM dan STNK mati. Itu masuk wewenang kepolisian,” ujarnya.
Selain menyasar kelaikan angkutan, operasi jelang Lebaran ini, mereka juga melibatkan tim kesehatan. Tim kesehatan ini turun untuk mengecek kondisi sopir. Hasilnya, dari pengecekkan standar dengan tensi darah, dua sopir antarkota antarprovinsi dari Palembang kondisi tekanan darahnya cukup tinggi.
“Satu lagi sopir AKAP juga tekanan darah tinggi. Dugaan awal, karena kelelahan terlalu lama berada di jalan. Makanya, kami minta untuk istirahat terlebih dahulu. Tidak boleh melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Terpisah Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Hariyudo mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, jelang Lebaran ini terjadi kenaikan penumpang. Tapi, jika dibandingkan dengan hari biasa, pengguna angkutan darat bus bakal mengalami peningkatan tajam.
“Kalau dengan hari biasa meningkat berlipat-lipat. Makanya, kami siapkan tambahan bus cadangan dari pariwisata,” jelas Wirawan.
Berdasarkan perkiraan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DIJ bakal terjadi kenaikan penumpang. Besarnya, sekitar 1,5 persen sampai dengan 2,5 persen.
“Kami sudah siapkan cadangan sekitar 20 unit bus,” ujar Agus Andriyanto, Ketua Organda DIJ.
Ia menambahkan, jumlah bus untuk angkutan Lebaran nanti mereka siapkan total 460 bus. Dengan rincian, 440 bus reguler dan 20 bus cadangan.
“Karena perhitungan kami tidak ada kenaikan signifikan. Selain itu, saat ini banyak perusahaan dan kementerian yang menyelenggarakan mudik gratis,” tandasnya. (eri/jko/ong)