JOGJA – Sekolah-sekolah nonfavorit di Kota Jogja pada hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) kemarin (2/7), masih minim peminat. Bahkan, jumlah peminat dengan daya tampung kursi, jauh lebih kecil. Diprediksi, hari ini (3/7), siswa yang belum menyerahkan formulir bakal berlomba-lomba.
Dari pantauan Radar Jogja, di situs online PPDB, sampai dengan pukul 15.00 WIB kemarin, kursi persaingan ketat hanya terjadi di SMA N 1, SMA N 3, dan SMA N 8. Bagi SMA lain dengan status negeri, untuk penuhi kuota saja masih jauh dari yang diharapkan.
Seperti di SMA N 4 Jogja, dengan daya tampung 211, baru masuk 160 pendafar. SMA N 5 daya tampung 241 kursi, pendaftar 209, SMA N 6 daya tampung 241, pendaftar 220, SMA N 7 daya 241, pendaftar 180, SMA N 9 178 pendaftar 151, SMA N 10 daya tampung 146 pendaftar 63, dan SMA N 11 daya tampung 273 pendaftar 125.
Itu berbeda dengan tiga SMA favorit bekas Rintisan Sekolah Berstatus Internasional (RSBI), SMA N 1, SMA N 3, dan SMA N 8. Pada ketiga SMA tersebut, daya tampung telah terpenuhi. Artinya, persaingan pada hari terakhir nanti, bakal melempar siswa yang menjadikan pilihan pertama di sekolah favorit tersebut ke sekolah pilihan kedua dan ketiga.
Ketua Panitia PPDB Kota Jogja Samiyo mengakui, hari pertama lalu, orang tua siswa masih menempatkan sekolah pilihan pertama di SMA favorit. Tapi, untuk hari kedua, sekolah yang pernah berlabel RSBI tersebut, mulai terisi daya tampungnya. Alhasil, persaingan praktis akan terjadi di hari ketiga (hari ini).
“Besok (Hari ini) terakhir. Saya imbau orang tua dan siswa untuk cermat menetapkan pilihan. Agar tidak terlempar dari sekolah negeri,” ujar Samiyo, kemarin (2/7).
Kecermatan menentukan pilihan untuk siswa yang akan masuk ke SMA memang penting. Sebab, untuk jenjang SMA yang menggunakan nilai hasil ujian nasional, praktis hanya bergantung dengan nilai. Berbeda dengan SMK yang masih menggunakan tes. Di antaranya, tes kesehatan, buta warna, baru nilai.
“Kami harapkan semua kuota terisi. Tidak seperti jalur KMS yang semua orang tua dan siswa menempatkan di SMA N 1 dan SMA N 3,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana memastikan, kualitas sekolah negeri di Kota Jogja merata. Ini lah yang seharusnya dipedomani orang tua dan siswa. Sehingga, menempatkan pilihan sekolah sesuai dengan nilainya. “Semua sekolah sama,” jaminnya.
Sekolah favorit dan nonfavorit, lanjut Edy, merupakan cara pandang siswa dan orang tua. Bagi Disdik, dalam mengelola semua sekolah menempatkan sama. “Tidak ada favorit, apalagi unggulan. Semua sekolah sama,” katanya.
Makanya, hari terakhir PPDB ini, Edy berharap orang tua dan siswa untuk lebih realistis. Ia meminta orang tua dan siswa untuk memasukkan formulir pendaftaran itu di sekolah yang masih belum terisi. (eri/jko/ong)