JOGJA – Kuda hitam Tunas Nusa Harapa (TNH) berhasil menjuarai Piala Wali Kota Jogja setelah mengalahkan klub unggulan PS Gama. Di pertandingan final yang digelar di Lapangan Minggiran, Jogja TNH berhasil mengalahkan Gama dengan skor meyakinkan 2-0 lewat kaki Yohanes dan Tommy.
Ya, Gama merupakan salah satu tim unggulan karena diperkuat oleh pemain-pemain dengan level nasional. Sebut saja nama Bagas Adi dan Dimas Drajat salah satu eks punggawa Tim Nasional U-19. Belum lagi sejumlah nama eks PSIM seperti Topas Pamungkas dan Juni Riyadi juga bercokol di klub besutan Erwan Hendarto itu.
Erwan mengakui TNH tampi cukup baik dibandingkan dengan anak asuhannya. Semangat yang kuat dan mampu tampil lepas menjadi faktor keunggulan TNH. “Secara teknis TNH layak menjadi juara,” ujar Erwan.
Erwan menjelaskan kali ini lini belakang tim asuhannya kuran tampil maksimal. Sehingga saat menerima pressing, koordinasi antar lini menjadi lemah. “Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Seperti gol pertama, kesalahan dari pemain. Namun kami harus menerima hasil. Mereka layak juara,” terangnya.
Sukamto mewakili Wali Kota Jogja mengatakan, tujuan digelarnya turnamen ini guna mencari bibit-bibit potensial dalam persepakbolaan DIJ khususnya Kota Jogja. “Dari turnamen kali ini diharapkan keluar generasi sepak bola yang akan datang,” katanya.
Sementara itu di Lapangan Prancak, Bantul tim Persiba Bantul menang telak 5-1 atas Sleman United (SU) dalam laga eksebhisi berlabel Paserbumi Cup. Pertandingan tersebut menjadi ajang berkumpul kembali skuat Laskar Sultan Agung setelah manajemen membubarkan tim itu, Mei lalu.
Skuat inti Persiba musim lalu Ugiek Sugiyanto, Nopendi, Johan Manaji, Slamet Widodo dan Sarjono tampil dalam pertandingan itu. Bahkan sejumlah pilar Persiba, dua musim sebelumnya seperti Wahyu Tri Nugroho dan Slamet Nurcahyo juga bergabung. Eks penyerang Timnas U-19 Dinan Javier Yahdian menjadi tambahan pemain yang sengaja dipanggil.
Dinan menjadi bintang lapangan dengan menyumbang dua gol. Sementara gol lainnya disumbangkan Slamet Nurcahyo, Johan Manaji, dan Slamet Widodo.
Ugiek Sugiyanto usai petandingan mengatakan, pertandingan ini sebagai ajang untuk menjaga kondisi setelah sekian lama tidak berlatih bersama. “Untuk jaga kondisi saja karena sudah nggak latihan,” ujarnya. (bhn/din/ong)