JOGJA – Jika tahun-tahun sebelumnya, Alun-Alun Utara (Altar) Jogja masih sering padat dengan kendaraan parkir pada saat musim liburan, terlebih saat Lebaran tiba, kali ini dipastikan steril dari parkir. Sebab, Pemkot Jogja telah mengharuskan halaman depan Keraton Jogja tersebut steril dari semua jenis kendaraan.
“Kalau perlu pasangi peluru (sejenis pencegah kendaraan masuk). Memutar, agar tidak ada kendaraan yang bisa masuk,” ujar Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, kemarin (6/7).
HS, sapaan akrabnya, menjelaskan, selama ini pemkot telah bersusah-payah memindahkan juru parkir yang biasa di Altar ke Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean. Itu juga, sudah menjadi tanggung jawab pemkot dalam penataan kawasan Keraton.
“Sudah susah pindah, masak dibiarkan lagi? Nggak lah. Saya minta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Ketertiban (Dintib) menghargai upaya kita selama ini. Tindak tegas jika ada yang menggunakan parkir di Alun-Alun Utara,” tandas HS.
Lebih jauh dijelaskan, untuk lahan parkir di Malioboro, pengunjung tak perlu khawatir. Pihaknya sudah mendapatkan beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan. Yang terbaru, PT KAI Daops VI juga telah membuka lahan parkir di sisi barat Stasiun Tugu.
“Di sana, mampu menampung 170 mobil dan sekitar 450 kendaraan sepeda motor,” ujarnya.
Saat ini, dengan adanya parkir Stasiun Tugu tersebut, di kawasan Malioboro terdapat enam lahan parkir. Yaitu TKP Abu Bakar Ali, P Senopati, Ngabean, Sriwedani, dan Ketandan. Enam lahan parkir tersebut, saat terjadi peak season Malioboro, biasanya tetap tak mampu menampung.
Demi semua kendaraan bisa tertampung, pemkot masih intensif mendekati beberapa instansi yang berada di sekitar Maliboro, baik pemerintahan maupun swasta. Terutama yang memiliki halaman luas. Sehingga, bisa menjadi lahan parkir baru di sekitar Malioboro.
Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Hariyudo mengatakan, selain dengan mencari tambahan lahan parkir, pemkot juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Terutama untuk mengatasi antrean panjang kendaraan yang akan masuk Malioboro dari Jalan P Mangkubumi. Dishub akan memanjangkan sampai dengan Stadion Kridosono.
“Agar tidak stagnan, sehingga ditarik lebih panjang memutari Kridosono baru masuk ke Malioboro,” tambah mantan Camat Gondokusuman ini.
Rekayasa lalu lintas ini, lanjut dia, sudah mereka koordinasikan dengan Satlantas Polresta. Saat rapat menyambut arus mudik Lebaran, pihaknya sempat mengutarakan hal tersebut. “Kalau memang masih tidak mampu mengurai lalu lintas, akan digunakan buka tutup,” tandasnya.
Ia mengungkapkan, selama Lebaran, arus lalu lintas di sepanjang Malioboro memang selalu menjadi masalah. Ini karena setiap Lebaran tambahan volume kendaraan berlipat-lipat. Sedangkan, luas jalan dan parkir tak pernah bertambah.
“Solusinya ya dengan rekayasa lalu lintas. Juga mengurangi kendaraan Malioboro dengan mengarahkan mereka ke tempat parkir,” tuturnya.
Nantinya khusus di Malioboro, menurut Wirawan, tak akan diperbolehkan menjadi tempat berhenti. Artinya, jika ada mobil atau kendaraan roda empat lain masuk ke Malioboro harus terus berjalan. “Kalau berhenti langsung akan ditindak pihak kepolisian,” ujarnya. (eri/jko/ong)