Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si.
Dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
PRODUKTIF dalam bekerja tentu tidak hanya tuntutan diri tapi juga tuntutan organisasi tempat bekerja. Mereka menjadi harapan bagi organisasi, tentu saja tidak mudah untuk dicapai karena berbagai faktor yang mempengaruhinya. Terlebih pada bulan puasa. Fakta menunjukkan hampir semua orang merasakan bekerja saat menjalankan ibadah puasa terasa lebih berat dibandingkan dengan bekerja di luar bulan puasa. Saat bekerja tanpa berpuasa setiap pekerja dapat beristirahat dengan makan dan minum sesuai kebutuhan untuk memulihkan energinya terutama saat beban pekerjaan sangat banyak. Kondisi fisik yang perlahan menurun akan membuat konsentrasi terganggu dan kecepatan dalam bekerja menurun. Hal tersebut jelas mempengaruhi produktivitas kerja apabila berlangsung berlarut-larut. Namun bagi seorang profesional segala bentuk tanggung jawab harus di selesaikan. Tidak mengeluh saat bekerja dalam keadaan apapun, termasuk saat bulan puasa dan tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk mengendurkan aktivitas dan menurunkan tingkat produktivitas. Produktivitas kerja mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input) (Umar, 2003). Artinya agar tetap produktif ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita bekerja di instansi manapun yaitu output yang terdiri dari jumlah dan mutu dan input yang terdiri dari materi, tenaga dan waktu. Tentu hal tersebut tidak menjadi masalah di hari-hari biasa, tapi bagaimana ketika bekerja saat berpuasa? Seperti yang disampaikan di atas saat bekerja di bulan puasa, fenomena yang terjadi adalah motivasi kerja menurun, pekerja lebih cepat lelah dan tak bertenaga, waktu tidur yang berkurang, konsentrasi berkurang, merasa malas dan lain-lain.Banyak hal yang dapat kita lakukan dan pahami agar kita tetap dapat bekerja produktif di bulan puasa. Salah satunya memperhatikan faktor inputnya yaitu materi, tenaga dan waktu sebagai faktor yang menentukan outputnya. Hampir semua organisasi atau instansi saat ini sudah memperhatikan masalah materi, selain gaji tapi juga fasilitas yang mendukung pekerjaannya. Hal tersebut mejadi motivasi eksternal sehingga faktor motivasi internal juga harus ditanamkan dalam diri pekerja untuk memperkuatnya. Dalam melakukan pekerjaan di pagi hari ketika tenaga dan pikiran masih baik untuk menyelesaikan pekerjaan. Prioritas yang sudah ditetapkan, buatlah skala prioritas dari yang paling penting untuk diselesaikan pada pagi hari dan seterusnya sampai sore hari yang prioritasnya paling rendah. Selain itu, tanamkan pada diri bahwa bulan puasa memberikan motivasi dan kesempatan untuk semakin memperbaiki kerja dan bekerja sesuai amanah Allah swt. Berkaitan dengan faktor tenaga tentu tidak kalah pentingnya, apabila kita mengingat teori Maslow’s Hierarchy Of Need dan teori ERG oleh Clayton Alderfer menjadikan makanan dan minuman sebagai kebutuhan dasar dalam bekerja. Pekerja harus benar-benar menjaga stamina dengan memperhatikan asupan bernutrisi dan berserat tinggi, menyiapkan menu yang tepat dan berenergi ketika sahur pada bulan puasa agar tetap produktif selama bekerja seperti menambah porsi makan buah-buahan yang banyak mengandung air untuk menghindari serta makanan bergizi lainnya. Dengan terpenuhinya cadangan tenaga tersebut maka konsistensi dalam bekerja dapat terjaga. Menjaga mind set, mind set sangat besar pengaruhnya terhadap keadaan diri seseorang. Bekerja di bulan puasa akan merasa lemas dan cepat lelah juga harus dihilangkan.Berkaitan dengan waktu, banyak organisasi atau instansi yang melakukan perubahan jadwal jam kerja selama bulan puasa. Oleh karena itu, sebisa mungkin pekerja harus dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Pengaturan waktu yang baik didukung dengan menerapkan skala prioritas pekerjaan yang sebelumnya dilakukan menjadi sangat efektif. Tetaplah sibuk selama bekerja di bulan puasa maka pekerjaan akan cepat selesai dan waktu puasa akan terlewati dengan cepat pula. Ketika faktor materi, tenaga dan waktu tersebut dapat dimaksimalkan maka secara otomatis akan mem-pengaruhi peningkatan outputnya yang berarti kita menjadi pekerja yang tetap produktif. Begitu. (*)