MAGELANG – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tatakota (DKPT) Kota Magelang sibuk mengurus persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2015. Mereka bertekad mengurangi dahan-dahan pohon peneduh yang bisa membahayakan masyarakat. Terutama dari kemungkinan patah, bahkan roboh. Termasuk kemungkinan mengurangi pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).
Saat ini, DKPT tengah melakukan pemetaan dan pantauan terhadap pohon-pohon yang dimaksud.
“Kami sudah bermusyawarah. Pekan depan, akan segera dipangkas. Terutama pada titik-titik yang mengganggu penerangan. Termasuk kondisi dahan yang rawan lapuk,” kata Kepala DKPT Kota Magelang Arif Barata Sakti kemarin (6/7).
Menurut Arif, saat ini masuk pada puncak musim kemarau tahun ini membuat kondisi dahan pepohonan menjadi berkurang kekuatannya. Karenanya diperlukan pengecekan intensif, agar pohon tidak mudah tumbang bila diterjang angin.
Ia menyebut, dari sekian banyak PJU di Kota Magelang, tingkat kerawanan paling tinggi beada di Jalan Soekarno-Hatta. Arif tidak memungkiri pada salah satu jalan berkategori jalan nasional tersebut ada pohon yang berada persis di bawah PJU.
“Penanamannya persis di bawah PJU. Kami harus rajin memangkasnya. Biar nanti tidak menutupi cahaya dan jalan raya bisa dilihat secara terang,” tuturnya.
Soal penerangan jalan jelang arus mudik tersebut juga menjadi perhatian kalangan DPRD Kota Magelang. Ketua Komisi C DPRD Budi Prayitno mendesak instnasi terkait segera melakukan pemangkasan dahan pohon peneduh yang menutupi lampu penerangan. Termasuk terhadap pohon-pohon yang sudah berusia tua.
“Intinya, semua harus dipersiapkan secara maksimal, bahwa Kota Magelang siap menyambut arus mudik walau hanya tempat transit. Soal fasilitas umumnya, jangan sampai terusak citranya,” tegas politisi PDIP yang akrab disapa Udik tersebut.
Menurut Udik, kondisi jalanan di Kota Magelang rata-rata masih baik dibanding daerah lain. Justru ketidaksempurnaan jalan-jalan tersebut didominasi jalan nasional.
“Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta sudah sering terjadi. Penyebabnya, selain human error juga karena penerangan masih minim. Kami meminta ke depan agar ada efisiensi pengadaan lampu tambahannya,” katanya.(dem/hes)