JOGJA– Benang merah terjadinya korupsi proyek revitalisasi gedung PLN Jogjakarta semakin kelihatan nyata. Dalam sidang lanjutan kasus ini, enam pegawai PT PLN Persero yang dihadirkan sebagai saksi, mengaku baru terima nota dinas proyek setelah ada surat panggilan pemeriksaan dari penyidik Kejati DIJ. Surat panggilan kejati itu dilayangkan pada 2014.
Ke-6 saksi tersebut, antara lain Mujiman dari Rayon Sleman, Sugiarto dari Rayon Wates, Maryanta dari Rayon Bantul, Ambar dari Rayon Wonosari, Wahyudi dari Rayon Sedayu, dan Edy Suprapto dari Rayon Jogja Selatan.
“Saya dapat nota dinas dari Pak Nur Samsul Area Jogjakarta. Beliau bilang nota dinas untuk kelengkapan bila nanti ditanya penyidik,” kata Mujiman saat menjawab jaksa dalam sidang pengadilan yang dipimpin hakim ketua Ikhwan Hendrato SH, kemarin (5/7).
Senada disampaikan saksi Edy Suprapto. Menurutnya, dia diberi nota dinas sebagai pengawas lapangan setelah ada panggilan pemeriksaan sebagai saksi di kejati. ‘’Sebelumnya saya tidak tahu (ditunjuk sebagai pengawas),” beber Edy Suprapto.
‪Keterangan Edy Suprapto diamini empat saksi lainnya. Mereka mengaku tidak tahu secara detil soal proyek yang diketahui telah berjalan sebelum ada pembentukan panitia pengadaan. Termasuk rincian pekerjaan dan berapa anggaran untuk biayai proyek tersebut. “Pekerjaan sudah berjalan sekitar tiga bulan, dan kami baru terima nota dinas. Sehingga, kami tidak awasi proses pekerjaan di lapangan,” beber Sugiarto. (mar/jko/ong)