SLEMAN – Salah satu kelompok pendukung PSS Sleman, Slemania mendesak supaya manajemen mengikutkan PSS Sleman di turnamen Piala Kemerdekaan. Slemania merasa gerah dengan keputusan manajemen yang memilih absen pada turnamen yang digagas Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.
Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto menyatakan manajemen diminta peka dengan gerakan melawan mafia bola yang diusung Slemania. “Sejak awal kasus sepak bola gajah menimpa PSS Sleman kami sudah mendorong untuk bongkar mafia bola. Ini saatnya menuju transparansi pengelolaan sepakbola Indonesia,” kata Lilik Senin (6/7).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan manajemen, perihal keikutsertaan PSS dalam Piala Kemerdekaan. Hanya saja, manajemen belum berani mengubah kebijakan yang sudah diputuskan sebelumnya.”Semoga saja manajemen berubah pikiran dan memutuskan untuk ikut serta Piala Kemerdekaan.,” terangnya.
Senada juga disampaikan Sekretaris Umum Slemania, Sanusi. Dia menyesalkan sikap manajemen yang tidak berani mengambil keputusan untuk berpartisipasi di Piala Kemerdekaan. “Manajemen nampaknya terlalu khawatir dengan bayang-bayang sanksi dari PSSI. Padahal PSSI-nya sendiri sedang bermasalah,” jelasnya
Dia menyebut, kejadian sepakbola gajah yang menimpa PSS Sleman tahun lalu, merupakan bentuk pendzaliman yang dilakukan oleh PSSI.
“Manajemen jangan hanya memikirkan materi, tetapi prestasi perkembangan sepak bola Sleman juga harus diperhatikan,” jelasnya. (bhn/din/ong)