grafis-pos-lebaran
SLEMAN – Guna mempersipkan pengamanan mudik Lebaran, Polda DIJ menggelar Operasi Ketupat Progo 2015 mulai 9 Juli mendatang. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Di antaranya menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) dan kriminal sejak Februari, penyiapan pos siaga, hingga pemasangan CCTV.
Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan, selama operasi tersebut pihaknya menerjunkan sekitar 3.000 personel di semua wilayah DIJ. Mulai dari Kabupaten Kulonprogo sampai Gunungkidul, dan tempat-tempat keramaian serta objek wisata.
“Seperti tahun sebelumnya, karena DIJ ini wilayah imbangan, artinya pemudik hanya lewat saja, bukan seperti Jateng dan Jabar. Peningkatan kemungkinan ada di hari kedua dan ketiga, karena biasanya masyarakat tumpah ruah di tempat pariwisata,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (6/7).
Selain itu, untuk mencegah timbulnya tindak kejahatan, petugas yang bersiaga, kata Kapolda, akan dilengkapi dengan peralatan lengkap. “Kami turunkan anggota yang memiliki kemampuan menembak dan peningkatan frekuensi patroli. Jika sebelumnya tiga jam sekali, bisa dipersering dari kegiatan rutin,” imbuhnya.
Kabid Humas AKBP Anny Pudjiastuti menambahkan, jumlah pos pengamanan yang didirikan sebanyak 31 buah di 31 titik. Pos tersebut akan dibuat terpadu tidak hanya Polri, namun juga PMI, dinas perhubungan, kesehatan, sehingga bisa pula dijadikan rest area.
“Di antaranya di Sleman ada di Terminal Jombor, Prambanan dan bandara. Di Kota Jogja ditempatkan di Malioboro dan stasiun. Bagi pemudik yang kelelahan bisa istirahat, disediakan takjil dan pijat refleksi juga,” terang perwira tinggi bintang satu ini.
Sedangkan untuk mengurai kemacetan, akan dibuat rekayasa arus lalulintas dengan sistem buka-tutup di tempat-tempat yang padat seperti Malioboro. Termasuk juga mempersiapkan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan kota.
“Dari Purworejo yang masuk melewati Jogja agar tidak macet bisa lewat Sentolo-Bantul keluar ke Prambanan. Dari Magelang ke kiri lewat Tempel, Turi, Pakem terus ke Prambanan, atau yang dari timur bisa lewat Piyungan,” ungkapnyau. (cr3/laz/ong)