GUNAWAN/RADAR JOGJA
LEMAH: Pasien didampingi keluarga masih menjalani perawatan medis di RS Bethesda Selang, Wonosari, kemarin (6/7).
GUNUNGKIDUL – Warga dua RT di Pedukuhan Pakelrejo, Piyaman, Wonosari mendadak dilarikan ke rumah sakit. Keluhan mereka, mual, muntah dan panas tinggi. Kejadian tersebut dialami beberapa jam setelah warga menggelar acara buka puasa bersama di masjid setempat.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, peristiwa bermula ketika penduduk RT 7 dan RT 8 di RW 8 menggelar acara buka bersama di Masjid Khusnul Qotimah wilayah setempat, Sabtu (4/7). Saat itu warga gotong royong memasak menu sayur opor ayam, lontong, krupuk, sambal dan es buah. Setelah masakan matang, warga datangmengikuti acara buka bersama yang rutin digelar setiap dua pekan sekali.
Pada saat itu panitia menyediakan menu sebanyak 150 porsi. Namun tidak semua warga datang. Usai menyantap menu berbuka bersama, warga tidak langsung merasakan sakit. Tetapi pagi harinya, mereka baru merasakan mual, muntah-muntah dan diare.Warga yang merasakan gejala keracunan langsung berbondong-bondong periksa ke sejumlah rumah sakit serta klinik. Hingga kemarin (6/7), tiga orang yakni Ngatinah, Berlinda Triwidani dan Lia masih menjalani rawat inap karena kondisi sangat lemah. Sementara puluhan warga lain menjalani rawat jalan karena kondisinya mulai membaik.
“Keluarga saya ada tiga orang mengeluhkan sakit serupa,” kata Ngatinah ketika ditemui di RS Bethesda Selang, Wonosari, kemarin.
Dia menjelaskan, setelah menyantap menu berbuka, pagi harinya dia sakit perut. Bahkan sempat muntah-muntah serta diare. Karena rasa sakit tak kunjung reda, pihak keluarga membawanya ke rumah sakit. “Perut terasa mual sekitar pukul tiga pagi, saya muntah-muntah dan diare,” ujarnya.
Sementara itu, anak Ngatinah, Febriana Ayu Lestari mengatakan, dia masih menyimpan sampel makanan. Menurut informasi, petugas dari Puskesmas akan melakukan penelitian sampel makanan tersebut.
“Kami memang tidak bisa memastikan keracunan apa bukan. Biarkan nanti dicek oleh petugas,” ujarnya.
Di lokasi berbeda, korban lain Berlinda Triwidani dirawat ke Klinik Fortuna Husada. Dia mengaku suhu badannya panas usai pulang dari kegiatan buka bersama. Namun setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi mulai membaik. “Kalau anak saya tidak muntah, tapi suhu badanya panas. Saya tidak tahu keracunan atau bukan,” kata ibu korban, Juminten.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kasus tanda-tanda keracunan masal yang dialami penduduk Pakelrejo, Piyaman.”Malah belum dengar,” katanya. (gun/ila/ong)