JOGJA – Memasuki arus mudik Lebaran 2015, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ kian sibuk. Salah satu kesibukannya adalah menyiapkan jalur mudik yang aman dan nyaman. Pada Lebaran tahun ini ditlantas telah menyiapkan empat jalur mudik untuk para pemudik dari tiga penjuru.
Pemudik dari Jakarta melalui Purworejo menuju Bantul, Gunungkidul, Klaten, Wonogiri, Solo, dan Jawa Timur, akan diarahkan melalui Kulonprogo jalur pantai selatan tembus Jalan Srandakan, Bantul kemudian tembus Jalan Parangtritis dan masuk Ringroad Selatan. Jalur lain, pemudik yang akan menuju Kota Jogja, Sleman, dan kabupatean di Jawa Tengah bisa melalui jalur utama Kulonprogo, Jalan Wates, kemudian masuk Ring Road Selatan atau Ring Road Utara.
“Setiap pintu masuk perbatasan Purworejo dengan Kuloprogo akan dijaga oleh anggota Polri. Petugas yang berjaga akan mengarahkan pemudik melalui jalur yang aman dan tidak rawan macet,” kata Direktur Lantas Polda DIJ Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji kepada Radar Jogja kemarin (8/7).
Kemudian untuk pemudik dari arah Magelang dengan tujuan Klaten, Solo, Wonogiri, dan Jawa Timur, akan diarahkan melalui jalur alternatif. Ditlantas telah menyiapkan jalur alternatif melalui persimpangan Tempel, Turi, kemudian masuk Pasar Pakem tembus Ring Road Maguwoharjo atau persimpangan Prambanan.
Demi keamanan dan kenyamanan pemudik, Ditlantas telah berkoordinasi dengan Pemkab Sleman untuk memasang rambu petunjuk di 29 titik. “Kami juga sudah minta Dinas Pekerjaan Umum Sleman agar memasang lampu penerangan di seluruh jalur alternatif tersebut,” pinta Tulus.
Ditlantas juga menyiapkan jalur mudik bagi pemudik dari arah timur menuju kabupaten/kota di Jawa Tengah yang melintasi Jogjakarta. Untuk mencegah terjadinya kemacetan, pemudik dari arah timur akan diarahkan melalui Jalan Solo atau Laksda Adisutjipto kemudian masuk Ring Road Selatan dan Utara.
Selain itu, pemudik dapat menggunakan jalur alternatif melalui pintu masuk Prambanan hingga tembus Jalan Wonosari, lalu menuju persimpangan Ketandan dan Jalur Prambanan tembus persimpangan Tempel.
“Setiap persimpangan dan jalur alternatif akan ada posko Lebaran. Jika pemudik ada yang belum paham jalur mudik, dapat menyatakan kepada petugas yang berjaga di posko Lebaran,” ungkap Tulus.
Ditlantas juga telah berkordinasi dengan Dinas Pasar, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi penyalahgunaan badan jalan di sekitar pasar tradisional yang masuk jalur mudik. Antara lain, Pasar Gamping, Pasar Pakem, Pasar Bantul, Pasar Prambanan, dan lain sebagainya.
“Pedagang yang nekat menggunakan badan jalan untuk berjualan, akan ditindak. Sesuai tupoksi, nanti yang akan melakukan penindakan adalah Dinas Pasar dan Satpol PP kabupaten setempat,” tandas Tulus. (mar/laz/ong)