JOGJA – Guna menyambung kembali tali silaturahmi yang beberapa tahun lalu pernah terjalin, Keluarga Alumni Universitas PGRI Yogyakarta (KAUPY) siap menggelar reuni akbar yang dikemas dalam musyawarah nasional (Munas) keluarga Alumni UPY. Kegiatan yang akan berlangsung dua hari (24-25 Juli) ini, akan menghadirkan sedikitnya 800 peserta yang sudah tersebar di seluruh nusantara.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Prof.Dr. Buchory MS,MPd menuturkan, keberadaan Universitas PGRI Yogyakarta yang merupakan perubahan bentuk dari IKIP PGRI Yogyakarta, telah berdiri sejak 11 Desember 1962 dan beralih bentuk sejak 25 Juni 1997 telah memberikan kontribusi kelulusan mahasiswa yang cukup besar bagi pembangunan di Kota Jogja khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.
Seiring dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, berbagai peran dan posisi telah dilakukan oleh para alumnus UPY yang saat ini jumlahnya lebih dari 13 ribu orang. “Para alumni tersebut, bergerak di berbagai bidang, seperti guru, dosen, pemerintahan, pengusahapegawai swasta, parlemen, seni budaya, polisi, TNi dan sebagainya,” ungkapnya.
Ironsinya, sejak diluluskan, para mahasiswa dari UPY, seluruh alumni belum pernah menggelar pertemuan besar yang melibatkan seluruh komunitas angkatan. “Melihat antusiasnya para alumni, maka kali ini akan digelar temu alumni dalam rangka musyawarah besar pembentukan ketua dan pengurus maupun korwil-korwil yang ada dalam UPY,” jelasnya yang didampingi Ketua Alumni UPY dan para panitia munas saat audiensi dengan Radar Jogja, kemarin (8/7).
Dijelaskan, banyak hal telah terlewati selama masa-masa di IKIP PGRI yang berlalih bentuk menjadi Universitas PGRI Yogyakarta dulu. Tawa, senang, sedih, jengkel, haru, dan pilu telah dilalui bersama-sama.
“Sebuah masa yang hanya bisa kita kenang, namun tidak mungkin terulang kembali. Ya, masa Kuliah di UPY memang masa yang paling indah. Kemudian beberapa tahun mungkin puluh tahun telah berlalu sejak masa kelulusan tiba, selama ini pula kita terpisah oleh jarak dan waktu. Karena itu kami ingin kumpul-kumpul untuk kangen-kangenan,” tuturnya.
Sebelum pelaksanaan munas untuk kangen-kengenan, terlebih dulu akan diadakan kegiatan temu ilmiah yang dikemas dalam bentuk Seminar Pendidikan. “Semoga kegiatan ini mendapat dukungan semua pihak,” ujarnya. (dwi/jko/ong)