BANTUL – Setelah beraksi tiga kali di lokasi berbeda, dua anggota komplotan jambret yang biasa mengaku sebagai anggota polisi saat menjalankan aksinya, berhasil diringkus polisi. Keduanya adalah Danu Agung Bintoro, 29, dan Edi Kalang Jaya Saputra, 26. Sementara dua rekannya hingga sekarang masih buron.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Kasim Akbar Bantilan menuturkan, komplotan jambret terakhir kali menjalankan aksinya di Stadion Sultan Agung Senin (29/6) lalu. “Kejadiannya pagi hari sekitar pukul 04.30,” terang Akbar di Mapolres Bantul, kemarin (8/7).
Kala itu, empat anggota komplotan jambret ini telah berada di area stadion sembari menunggu calon korbannya. Kebetulan saat itu Andre Adiansyah bersama Septiani Widyawati dan Riko Setiawan baru saja masuk ke wilayah stadion.
Tak berselang lama, dua pelaku, yaitu Danu dan Edi langsung meminta ketiga korban menghadap ke tembok bangunan stadion. Selanjutnya, kedua pelaku menggeledah korban berikut sepeda motor mereka. “Barang-barang milik para korban seperti uang, kalung dan ponsel diambil pelaku,” tuturnya.
Tak hanya benda berharga, Danu juga mengambil stik milik Andre Adiansyah. Stik tersebut kemudian digunakan untuk memukul Andre hingga berulang kali, sehingga korban bersama Septiani pun berteriak minta tolong. Lantaran kesal akhirnya Danu juga memukul Septiani dengan stik. “Pelaku lain bernama Edi menyabetkan pedang ke arah lengan kiri Andre,” lanjutnya.
Setelah mengambil dan menganiaya korban, dua pelaku ini kemudian bergegas menghampiri dua rekannya yang telah stand by di atas sepeda motor. “Identitas dua pelaku yang masih buron sudah kita kantongi. Saat ini kami masih memburunya,” jelasnya.
Akbar menilai komplotan jambret ini tak segan melukai korbannya. Berdasar keterangan dua pelaku yang telah dibekuk, komplotan jambret ini sebelumnya telah melakukan aksinya di dua lokasi berbeda dengan modus hampir serupa. Yaitu di wilayah Banguntapan dan Sedayu.
Dari tangan dua pelaku, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti ponsel smartphone dan sebilah pedang.
“Salah satu pelaku residivis. Dia sudah berulang kali keluar penjara,” tambahnya. (zam/din/ong)