GUNAWAN/RADAR JOGJA
LAYAK ATAU TIDAK: Petugas melakukan pemeriksaan struktur kaca yang pecah pada salah satu bus AKAP di pool angkutan, kemarin (9/7).
GUNUNGKIDUL – Puncak arus mudik diprediksi mulai terjadi pada H-2 lebaran. Dalam rangka mengupayakan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Gunungkidul melakukan pemeriksaan armada angkutan lebaran, kemarin (9/7).
Kepala Dishubkominfo Purnama Jaya memimpin sidak ke pool PO Maju Lancar di Siyono, Playen. Puluhan petugas dikerahkan untuk melakukan pengecekan. “Kami meminta seluruh operator angkutan lebaran untuk melengkapi peralatan yang dibutuhkan untuk mengatasi situasi darurat di dalam bus,” kata Purnama, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Purnama sempat mengerutkan dahi, karena mendapati kaca bagian depan bus retak. Dibantu petugas mengamati dari dekat kerusakan yang terjadi untuk memastikan kelayakan menjadi bus angkutan lebaran.
“Layak atau tidak bus pecah kaca ini, kita perhitungkan dulu. Apakah secara struktur masih memungkinkan (angkutan lebaran) atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, Purnama juga mengamati kelengkapan peralatan darurat di dalam bus. Mulai dari martil pemecah kaca dan alat pemadam api ringan yang memiliki peran vital untuk menunjang keselamatan penumpang. Kedua alat tersebut dapat digunakan untuk memecahkan kaca serta memadamkan api jika terjadi kemungkinan terburuk sepanjang perjalanan.
“Secara umum sebagian besar kendaraan angkutan lebaran ini sudah dilengkapi dengan peralatan darurat. Tapi besok kita akan lakukan pengecekan kembali,” terangnya.
Menurutnya, selain pengecekan peralatan darurat petugas turut memeriksa fungsi kelengkapan bus seperti lampu, klakson dan lampu sein. Upaya itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik. Pada arus mudik dan balik pihaknya juga menyiapkan 500 angkutan umum baik antara kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota (angkot) maupun angkutan desa (angkudes).
“Untuk kendaraan cadangan angkutan lebaran kami sudah siapkan,” terangnya.
Sementara itu pemilik PO Majulancar Sutrisno menegaskan, kelengkapan armada sudah disiapkan. Arus mudik-balik kali ini disiapkan sebanyak 75 bus, termasuk bus pariwisata.
“Meminimalisasi terjadinya kecelakaan, kami siapkan sopir cadangan. Kita sudah tekankan kepada seluruh kru bus, terutama di tol Cipali untuk bergantian. Tol itu kan sangat panjang sehingga sopir mudah lelah, makanya kita minta untuk bergantian,” ujarnya. (gun/ila/ong)