MAGELANG Selama Ramadan, volume sampah di Kota Magelang mengalami peningkatan sebanyak 5 persen. Biasanya, sampah yang dihasilkan berkisar 200 meter kubik per hari.
Diperkirakan, volume sampah terus mengalami kenaikan hingga Lebaran mendatang. Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, momen hari raya diikuti peningkatan volume sampah hiongga 30 persen dari kondisi normal.
“Antisipasi kenaikan 30 persen tersebut, kami tambahi truk di tiap wilayah. Termasuk kendaraan roda empat dan 45 orang petugas kebersihan. Selain petugas siaga, kami berencana memberi tenaga lembur untuk tiap tim satuan di wilayah tiga kecamatan,” kata Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang Jaka Prawistara kemarin (9/7).
Menurut Jaka, penambahan volume sampah biasanya terjadi di daerah wisata belanja, pusat keramaian, alun-alun, tempat kuliner, dan lainnya. Selama ini, pada hari biasa, sampah di kawasan alun-alun dan pusat kuliner tergolong cukup tinggi.
“Jenis sampah di alun-alun selama ini dominasinya masih sampah organik. Karena dekat kawasan kuliner. Kalau kawasan belanja, biasanya sampah plastik,” tuturnya.
Menurut Jaka, pihaknya mewaspadai, sampah petasan yang biasanya sering tercecer di jalan-jalan, alun-alun, dan kawasan keramaian lainnya saat malam takbiran. Termasuk, sampah kertas yang digunakan para jamaah Salat Id sebagai alas.
“Karena itu, khusus malam takbiran, kami siagakan mobil roda empat dan truk pengangkut sampah, agar saat Lebaran Kota Magelang tetap bersih dan terbebas dari sampah,” katanya. (dem/hes/ong)