Ciptakan Alat Stapler Masal Bantu Bisnis Katering

Persaingan bisnis katering seolah tanpa batas. Hanya pelayanan cepat dan cermat bisa memuaskan konsumen. Sekelompok mahasiswa UII membuat instapres. Alat stapler kardus makanan secara cepat dan efisien.
YOGI ISTI PUJIAJI, Sleman
Tak bisa dipungkiri, kebutuhan kardus dalam bisnis katering menjadi hal pokok. Sebagai pembungkus kue atau makanan hidangan. Pelaku usaha kecil mikro yang sering kebanjiran order tentu tak sekedar butuh kardus dalam jumlah banyak.
Biasanya, mereka membeli kardus lembaran yang sudah dilipat dan dipotong bagian ujung-ujungnya. Lantas, kardus distapler manual sehingga membentuk kotak tiga dimensi.
Pesanan yang banyak tentu berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja. Setiap hari, bisa ratusan atau bahkan ribuan kardus makanan, sesuai pesanan pelanggan. Itu menjadi pekerjaan tersendiri yang cukup menyita waktu.
Itulah yang menjadi sorotan lima mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berinisiatif membuat alat stapler masal. Mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu pendidikan itu berkolaborasi untuk merealisasikan ide itu. Hingga terciptalah instapres. Mereka adalah Rizqi Ramadhani, Muhammad Rizal Afif, Puput Rahmawati, Setyo Ardi Pramana, dan M. Alfian Noor Ramadhan.
Alat modern itu tercipta setelah melalui riset panjang. Tim menggandeng mitra sebuah perusahaan roti di wilayah Sleman. “Kami cari data dan masukan untuk memperbaiki rancangan roduk stapler,” ungkap Puput Rahmawati, mahasiswi Prodi Teknik Mesin.
Dari riset tersebut, tim memperoleh informasi bahwa dua orang karyawan catering yang sangat terampil dan berpengalaman mampu merampungkan pekerjaan menstapler seribu kardus dalam tempo satu jam. Dari situlah, tim memutar otak agar alat yang dibuat bisa menandingi kecepatan tenaga manual.
Hasilnya, instapres mampu menyelesaikan pekerjaan stapler kardus dua hingga tiga kali lebih cepat dari tenaga manual. Bahkan bisa lebih, hanya dengan seorang operator.
Mekanisme instapres berbeda dengan stapler konvensional. Instapres memadukan proses melipat kardus, sekaligus menstaplernya secara otomatis. “Sekali kerja bisa berupa tumpukan lembar kardus,” ujar Rizki Ramadhani.
Istapres terdiri atas komponen mesin dan elektronika. Dua komponen dikolaborasikan oleh tim dari tiga prodi di Fakultas Teknologi Industri tersebut. Riset oleh Rizal Afif dan Rizqi sendiri dari Prodi Teknik Industri, sedangkan perangkaian alat oleh Puput dan Setyo dari Prodi Teknik Mesin. Sementara pemrograman alat dikerjakan oleh Alfian Noor dari Prodi Teknik Informatika.
Selesainya instapres tak lantas membuat kelima mahasiswa itu puas. Ke depan, alat akan diujicobakan dulu di perusahaan mitra kerja tim. Hasilnya akan dicatat untuk bahan evaluasi dan penyempurnaan alat.(din/ong)