Arief Budi Santosa

KEPALA Perwakilan BI DIJ Arief Budi Santosa sempat penasaran terhadap batu mulia, atau akik. Penasaran di sini, bukan berarti (kemudian) Arief, panggilan akrabnya, lalu berburu akik. Dia penasaran, batu akik ini, begitu hebohnya menggemparkan pasar.
“Pada awal awal hebohnya, saya benar-benar penasaran. Sehingga ketika saya ada waktu luang di kantor, hari itu menyempatkan ke lapak penjualan akik yang kebetulan berada di depan kantor (Kantor BI),” katanya saat ngobrol di Restorant Omah Dhuwur, belum lama ini.
Saat ke lapak, ia langsung menanyai beberapa penjaja batu akik yang berjajar di pinggiran jalan antara Titik Nol jogja ke Taman Pintar itu. Yang ia tanyakan adalah tentang batu akik, dan keuntungan para penjual batu akik tersebut.
“Yang membuat saya terkejut, ternyata penjual batu akik ini untungnya sangat besar. Satu batu akik, dia bisa mengambil keuntungan tiga kali lipat dari harga batu itu. Bahkan jika dibandingkan dengan sebelum booming tentang batu akik, keuntungan mereka bisa mencapai 10 kali lipat,” katanya.
Disinggung tentang, apakah booming batu akik saat ini bisa mempengaruhi inflasi, Arif tidak bisa memastikan. Sebab transksi batu akik tidak ada datanya, bahkan ada yang lewat ransfer. “Sampai saat ini belum ada datanya, sehingga saya belum bisa menjawab akan mempengaruhi inflasi atau tidak,” tandasnya.(jko/ong)