JOGJA – Libur Lebaran bagi PNS tahun ini lumayan panjang, 6 hari. Dimulai 6 Juli dan baru akan masuk lagi setelah Lebaran, 21 Juli. Selama enam hari tersebut, PNS diberikan waktu untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Meski begitu, bagi PNS yang melayani layanan emergency, mereka mendapatkan jadwal piket agar layanan tetap optimal.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, layanan emergency, seperti BPBD untuk pemadam kebakaran, dan rumah sakit, tetap buka layanan. “Rumah sakit buka. Kalau Puskesmas mengikuti libur Lebaran,” ujar HS, kemarin.
Ia menuturkan, untuk libur Lebaran ini mengikat. Artinya, seluruh PNS pemkot wajib masuk sebelum tanggal 16 Juli. Juga, setelah libur Lebaran 21 Juli nanti. “Saya sudah nari (menanyakan) ke PNS. Siapa yang akan libur lebih lama dari ketentuan? Tidak ada yang menjawab,” tandas HS.
Saat tanggal 22 Juli, HS memastikan, layanan langsung akan normal. Masyarakat yang akan mengurus keperluan, misalnya di kelurahan, kecamatan atau puskesmas, sudah bisa mengakses layanan. “Pasti, akan ada pengawasan,” tambahnya.
Untuk layanan emergency, HS menambahkan, masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah ia persilakan untuk membuat jadwal. Seperti di RS Jogja yang telah memastikan, ada 10 dokter untuk berjaga saat Lebaran nanti.
Kepala RS Jogja Tuti Setyowati mengungkapkan, 10 dokter jaga akan bertugas secara bergiliran. Setiap hari, ada tiga dokter yang disiagakan untuk berjaga pada pagi hari, siang dan malam. Selain itu, ada juga dokter jaga yang akan bertugas di bangsal.
“IGD (Instalasi Gawat Darurat) tetap buka. Sehingga kalau ada yang harus rawat inap, tidak perlu khawatir. Ada dokter bangsal yang juga disiagakan. Mereka akan dibantu paramedis yang sudah kita siapkan sebanyak empat tim,” ucap Tutik.
Menurut Tutik, berdasarkan surat edaran nomor 440/2672 rawat jalan di poliklinik, libur pada Kamis-Sabtu (16-19/7) dan buka kembali pada Senin (20/7). Sedangkan klinik sore, libur lebih lama, yakni 16-25 Juli 2015. Klinik sore baru akan buka kembali pada 27 Juli. “Untuk rawat jalan tetap libur, tapi kalau ada yang perlu dikonsultasikan, akan dikonsultasikan dengan dokter spesialisnya,” kata Tutik.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, selama libur Lebaran, tidak banyak kasus kecelakaan yang ditangani di RS Jogja. RS milik Pemkot Jogja ini justru lebih banyak menangani kasus selain kecelakaan, seperti diare dan asma. Apalagi, saat ini kondisi cuaca di malam hari cukup dingin.
“Bagi yang alergi dingin, agar berhati-hati. Banyak kasus pasien alergi yang sembuh saat diobati di rumah sakit tapi kembali kambuh saat pulang ke rumah, sehingga harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” jelasnya. (eri/jko/ong)