SETIAKY A.KUSUMA/Radar Jogja
ILEGAL FISHING: Dirpolair Polda DIJ Kombes Pol Endang Karnadi saat menjelaskan penangkapan hingga penyidikan terhadap dua kapal illegal di Mapolda DIJ, kemarin (9/7). Dalam kasus ini, telah menatapkan dua nakhoda kapal sebagai tersangka.
SLEMAN – Ditpolair Polda DIJ berhasil menangkap dua kapal ilegal yang biasa menangkap ikan di perairan selatan DIJ, pada 28 Juni dan 3 Juli lalu. Dari hasil pemeriksaan, dua kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen-dokumen yang diharuskan.
Dua buah kapal yang berhasil dikeler ke pinggir pantai Gunungkidul tersebut, adalah KM Cahaya Putra dan KM Inka Mina. Saat ditangkap, KM Cahaya Putra dinakhoda Sugiyantoro, 36, dengan 4 anak buah kapal (ABK). Sementara KM Inka Mina dinakhodai Herno Saronto,29, dengan 19 ABK. Untuk kepentingan penyidikan dua nakhoda, dan 24 ABK untuk sementara diamankan.
Dirpolair Polda DIJ Kombes Pol Endang Karnadi didampingi Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pujiastuti mengatakan, kedua kapal tersebut ditangkap saat akan bersandar ke dermaga. Kapal disergap setelah sebelumnya diintai di perairan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul.
“Selain tidak dilengkapi surat-surat penangakapan ikan, hampir semua nahkoda dan awak kapalnya bukan warga DIJ,” ujarnya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda DIJ, Kamis (9/7) kemarin.
Para awak kapal penangkap ikan ilegal tersebut, kebanyakan berasal dari Batang (Jateng), Malang, dan Banyuwangi Jawa Timur. “Mereka diduga sudah lama beroperasi di perairan DIJ,” tandasnya
Untuk proses hukum lebih lanjut, dua kapal ilegal tersebut disita sebagai barang bukti. Dua kapal yang dimaksud adalah kapal berukuran panjang 12,5 m x 3 m x 1 m dengan kapasitas 6 groston, dan kapal motor panjang 19,65 m x 5 m x 1,98 m warna biru berkapasitas 45 groston. Sementara ikan dari hasil tangkapan sudah berhasil dilelang.
“Karena ikan tangkapan sudah berhasil dilelang semua, sehingga kami mengamankan barang bukti hasil penjualan ikan 13.338 kg dengan total nominal uang Rp 69.495.000,” ungkapnya.
Dari hasil penyidikan sementara, baru ditetapkan dua tersangka, yakni nakhoda dua kapal tersebut, Sugiyantoro, 36, dan Herno Saronto,29. Sementara para ABK sebagai saksi. “Selain itu, para pemilik kapal juga kami periksa,” katanya.
Atas perbuatannya mereka, para tersangka dijerat pasal 27 ayat 1 jo Pasal 93 ayat 1 UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. “Karena kegiatan mereka melanggar aturan yang berlaku, maka mereka harus tetap diproses hukum sesuai ketentuan yang ada,” tuturnya.
Lebih jauh dijelaskan, kapal dengan kapasitas besar, harus dilengkapi surat-surat sebelum melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia. Surat-surat itu, antara lain surat tanda bukti lapor kedatangan/keberangkatan kapal, surat ukur dalam negeri, groose akta pendaftaran kapal, sertifikat kelayakan kapal, sertifikat ahli nautika, surat kecakapan KKM, surat izin penangkapan ikan, surat izin usaha perikanan, dan surat persetujuan berlayar.
“Jika tidak mengantongi itu, kalau terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab. Sehingga harus dilengkapi sesuai kapasitas kapal,” tegasnya. (cr3/jko/ong)