JOGJA – Salah satu klub DIJ, PSIM Jogja sudah pasti menyatakan absen dalam turnamen Piala Kemerdekaan. Meski absen dalam turnamen bentukan tim transisi, PSIM Jogja justru memberikan sinyal ketertarikan tampil di Piala Indonesia.
Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menyebut, ketertarikan mengikuti Piala Indonesia tak lepas dari adanya informasi dimana tim Divisi Utama diperkenankan untuk ikut dalam turnamen tersebut. Meski secara prinsip menyatakan ketertarikannya dan sedari awal PSIM hanya akan patuh oleh turnamen yang diakui PSSI.
“Bila PSSI benar-benar memberi lampu hijau dan kami secara teknis siap, klub akan turut andil dalam turnamen tersebut,” jelas Agung Rabu (8/7).
Hanya saja, untuk ikutt dalam turnamen tersebut pihaknya tidak bisa memutuskan begitu saja. Harus ada rapat manajemen, untuk mempertimbangkan apakah nantinya PSIM sanggup mengikuti ke turnamen dengan total hadiah mencapai Rp 10 miliar tersebut.
Bila PSIM nantinya mendapatkan undangan untuk turut serta dalam Piala Indonesia, pihaknya akan mengkaji lagi. Sebab, harus ada pertimbangan matang karena turnamen ini waktunya cukup singkat dan dari segi subsidi terbilang kecil.”Dengan tim yang sudah dibubarkan tentunya akan memerlukan waktu untuk kembali.” Jelasnya.
Menurutnya, bisa saja PSIM menggunakan pemain-pemain lokal Kota Jogja seperti komposisi tim musim lalu. Hanya saja, bila peserta Piala Indonesia nantinya tim-tim kuat dari ISL, maka PSIM bakal menjadi bulan-bulanan. “Dengan skuad tim lokal bisa atau tidak kami bersaing dengan klub-klub ISL,” terangnya. (bhn/din/ong)