SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mewanti-wanti Badan Lingkungan Hidup (BLH) agar mengantisipasi tumpukan sampah yang selalu menggunung selama perayaan Lebaran. SP tak ingin usai Lebaran wilayah Sleman justeru tampak kotor. Khususnya di ruang-ruang publik. “Sleman sudah punya BLH, kasus sampah harus diantisipasi agar tak mengganggu warga yang berlebaran,” perintah SP kemarin (9/7).
BLH diminta menyiapakan kantong-kantong sampah sesuai jenis sampah. Di sisi lain, SP mengimbau masyarakat sadar dan menghargai lingkungan dengan tak membuang bungkus makanan atau minuman secara sembarangan. “Harus sama-sama menjaga kebersihan,” pintanya.
Kesadaran bisa dimulai dari orang dewasa (orang tua) dengan mengajarkan kepada anak-anaknya. Petugas kebersihan diminta tak segan menegur wisatawan, pemudik, atau siapa saja yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Kepala BLH Purwanto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif potensi penumpukan sampah Lebaran. Setiap hari, tumpukan sampah di wilayah Sleman mencapai 3.900 meter kubik. Purwanto memperkirakan terjadinya peningkatan volume sampah saat Lebaran sekitar 4 ribu meter kubik. “Naik tapi sedikit paling,” tandasnya.
Untuk menjamin ruang-ruang publik tetap bersih, BLH memberlakukan layanan kebersihan dua kali sehari pada pagi dan sore. BLH mengerahkan 57 orang tukang sapu dan 58 tenaga angkut, serta pemilah sampah, yang didukung kekuatan 32 truk sampah. Tim kebersihan dioptimalkan di lapangan yang menjadi lokasi Sholat Ied pada hari pertama Lebaran. “Memang harus dipilah, kalau tidak bisa kena denda,” jelasnya.
Tentang kemungkinan ada perbedaan waktu Lebaran, Purwanto tetap menyiagakan tim di lapangan Salat Ied.
Terkait hal itu, SP menuturkan bahwa warga Muhammadiyah sepakat berlebaran pada Jum’at (17/7). Bagi umat yang berlebaran di hari lain, SP mengimbau adanya sikap toleransi. “Beda itu rahmad. Jalani saja sesuai keyakinan masing,” tuturnya.(yog/din/ong)