BANTUL – Lurah Panggungharjo, Sewon Wahyudi Anggoro Hadi meradang. Gara-garanya, hingga sekarang Kelurahan Panggungharjo belum mendapatkan kucuran alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Padahal, penyusunan APBDes Panggungharjo selesai dan diserahkan kepada pemkab sebulan lalu. “Kami nggak tahu letak kekurangannya apa,” terang Yudi, sapaan akrabnya, kemarin (8/7).
Yudi berpendapat, seharusnya Kelurahan Panggungharjo telah mendapatkan ADD dan DD seiring penyerahan dokumen APBDes kepada pemkab. Artinya, ADD dan DD Kelurahan Panggungharjo sudah dikucurkan bulan lalu.
Sekalipun APBDes tersebut, misalnya, masih dievaluasi oleh camat selaku kepanjangan tangan bupati karena proses evaluasi tak dapat menunda atau bahkan membatalkan pengucuran ADD dan DD. Sebab, mekanisme pengucuran ADD maupun DD berbeda dengan dana hibah maupun bansos yang mensyaratkan sejumlah ketentuan yang berbelit-belit.
“Karena ADD dan DD merupakan anggaran langsung dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Yudi menyatakan pernah diundang Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda untuk memaparkan isi APBDes Panggungharjo pasca penyerahan APBDes ke camat untuk dievaluasi. Hasilnya, tak ada persoalan. Keesokan harinya, giliran Bagian Hukum Setda yang memanggilnya untuk mengklarifikasi sejumlah poin.
Kemudian, oleh Bagian Hukum berkas APBDes Panggungharjo diserahkan kembali ke Bagian Pemdes. “Pemkab uncal-uncalan. Bagian Pemdes bilang ini (masalah) di DPPKAD. Sementara DPPKAD bilang ADD dan DD bisa cair dalam dua hari. Sak jane sing gagal paham iki sopo?” keluhnya.
Menurutnya, saling ping-pong tanggungjawab sebetulnya tak perlu terjadi. Toh, Bagian Pemdes, Bagian Hukum dan beberapa SKPD lainnya telah memberikan pendampingan kepada desa dalam penyusunan APBDes.
“Ketika ada pertanyaan lagi (dari mereka) kan aneh,” ungkapnya.
Yudi tak menampik nilai ADD yang tersimpan di rekening kas daerah sangat besar. Nilainya mencapai Rp 97,5 miliar. Karena itu, Yudi pun sempat memiliki pemikiran buruk terkait macetnya pengucuran ADD dan DD.
“Saya nggak ngerti ini karena kesengajaan atau ketidaktahuan. Tapi uang segede itu bunganya (yang dihasilkan) kan lumayan,” sindirnya.
Berdasar sepengetahuannya, hingga sekarang baru dua kelurahan yang telah mendapatkan kucuran ADD dan DD. Yaitu, Kelurahan Seloharjo, Pundong, dan Kelurahan Wijirejo, Pandak. Berbeda dengan Panggungharjo, proses pengucuran ADD dan DD Kelurahan Wijirejo cukup singkat. “APBDes masuk tanggal 3, pada tanggal 8 sudah cair. Selama 5 hari APBDes (Wijirejo) diapakan kita juga nggak tahu,” tambahnya.
Kabag Pemdes Setda Heru Wismantoro mengatakan, APBDes Kelurahan Panggungharjo baru masuk ke Bagian Pemdes Rabu (7/7) lalu, sehingga saat ini baru diproses. Di meja Bagian Pemdes APBDes dibuatkan checklist, band 26, dan kuitansi sebelum diserahkan ke DPPKAD.
“Nggak bisa ketika masih dalam evaluasi kok ADD-nya dikucurkan,” tandasnya.
Ini karena, kata Heru, APBDes yang masih dievaluasi camat belum memiliki kekuatan hukum lantaran harus dibuatkan peraturan desa terlebih dahulu.
Heru menambahkan, hampir seluruh APBDes kelurahan se-Bantul sudah memasuki tahap finalisasi. Dengan begitu, seluruh pemdes bakal menikmati kucuran ADD dan DD.(zam/din/ong)