Tustiyani

SEJAK 1999, PDI Perjuangan selalu menempatkan kader perempuan terbaiknya di DPRD DIJ. Tradisi tersebut bertahan hingga sekarang. Tustiyani menjadi satu-satunya politisi perempuan FPDIP hasil Pemilu 2014.
Bagi Tustiyani, terjun ke dunia politik bukan hal baru. Ia menjadi anggota DPRD Bantul sejak 1999. Saat periode ketiga, 2009-2014, perempuan yang merayakan ulang tahun setiap 25 Agustus ini, dipercaya menjadi ketua dewan. Tusti, demikian dia akrab disapa, tercatat menjadi perempuan pertama yang menjadi ketua DPRD Bantul.
Ada pengalaman unik yang mewarnai perjalanan Tusti menjadi pimpinan dewan. Kala itu, dia baru pulang dari menghadiri acara pelantikan sebagai anggota dewan terpilih 2009-2014. Begitu menginjakkan kaki di rumah, ia bertemu dengan mertuanya, Raden Panewu (RP) Surakso Tarwono.
Secara spontan, mertua Tusti yang juga juru kunci Pantai Parangkusumo itu bertanya kepada dirinya. “Piye siap ora dadi (bagaimana siap tidak menjadi) ketua dewan,” ucap Tusti mengenang pertanyaan mertuanya yang telah meninggal 21 Mei 2012 silam.
Di luar dugaan, pertanyaan mertuanya itu kelak di kemudian hari terbukti. Ia mendapatkan amanat memimpin DPRD Bantul. “Saya nggak pernah menduga. Sampai sekaran saya masih teringat dengan pertanyaan bapak,” katanya.
Kini sebagai anggota DPRD DIJ, Tusti duduk di Komisi D. Bidang tugasnya membidangi masalah kesejahteraan rakyat. “Saya konsen dengan isu pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja,” ujar perempuan berjilbab ini. (kus/jko/ong)