GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak destinasi wisata unggulan banyak diburu wisatawan. Karena itu Bupati Badingah meminta kepada masyarakat lokal menjadi tuan rumah yang baik terutama menyangkut kebutuhan perut. “Kami meminta kepada pelaku usaha di kawasan wisata untuk menetapkan harga wajar saat libur lebaran,”kata Badingah di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari
Menurutnya, jika memungkinkan, harga dibuat seragam sehingga citra pariwisata di Gunungkidul tetap positif di mata pengunjung. Dia menjelaskan, harga tidak wajar sempat dikeluhkan wisatawan pada musim libur lebaran setahun silam.
Karena itu, bupati periode habis masa jabatan 27 Julu mendatang itu wanti-wanti kepada pedagang supaya tidak mematok harga sembarangan.”Saya tahu, saya sadari betul libur lebaran sangat ditunggu pedagang. Sebab, penghasilan mereka bisa meningkat pesat ketimbang di hari-hari biasa,” ujarnya.
Tapi Badingah mengingatkan, peluang libur panjang jangan menjadi pembenaran untuk mengeruk keuntungan besar tanpa menghiraukan asas kepantasan dalam menentukan harga. Karenanya, dia kembali meminta kepada pelaku usaha supaya menyediakan daftar menu lengkap dengan harga. “Masa iya, harga jual bakso satu porsi di Gunungkidul Rp 25 ribu, kalau Rp 10 ribu masih wajar,” sesalnya.
Nah, dalam praktik sosialisasi ke lapangan menjadi kewenangan dinas perindustrian perdagangan koperasi dan energi sumber daya mineral (Disperindagkop ESDM). Instansi tersebut diminta melakukan pendampingan,dan pengawasan.”Silakan dikomunikasikan dengan pedagang. Poin pentingnya adalah, jangan bikin kapok wisatawan dan pedagang juga jangan sampai merugi, itu saja,” tegasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Hary Sukomono optimistis target wisatawan terpenuhi. Libur lebaran tahun ini pemkab menargetkan jumlah wisatawan sebanyak 345.000 pengunjung.
“Kami juga sudah memasang tanda peringatan disejumlah kawasan pantai agar pengunjung berhati-hati. Bagi wisatawan kami imbau supaya tertib membayar tiket, karena berkaitan dengan jaminan asuransi,” kata Hari Sukmono. (gun/din/ong)