SLEMAN- Konstelasi pilkada Sleman 2015 mulai memanas. Lima belas hari lagi, KPU bakal membuka pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati pada 26-28 Juli.Meskipun begitu, hingga kemarin (12/7), belum satupun bakal calon bupati menemukan pasangannya.
Dari pantauan Radar Jogja, saat ini paling tidak ada tiga kekuatan besar yang bakal mengusung calon. Meskipun hubungan antar elemen di masing-masing kubu belum menunjukkan soliditas.
Koalisi empat partai yang digawangi PAN, Golkar, PPP, dan PKS, misalnya. Perwakilan empat partai yang juga terikat dalam Koalisi Merah Putih (KMP) tersebut telah meneken MoU untuk mengusung Sri Purnomo sebagai calon tunggal bupati.
Tapi, penjajagan untuk menggandeng partai lain masih terjadi. Sebagian partai justeru bermain di dua kaki atau lebih. “Kami masih membuka diri bagi partai lain yang ingin gabung,” ujar Wakil Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narima.
Sadar mengaku tak ingin gegabah demi memenangkan calon yang dijagokan. Memilih wakil menjadi hal sulit. Sebab, selain harus cocok dengan calon bupati pilihan, sosok yang bakal didaulat mewakili Sri Purnomo harus mampu dan mau mengikuti arahan partai pengusung.
Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptono mengaku telah bertemu dengan Sri Purnomo. Konon, Sukaptono mengantar seorang tokoh yang telah mengantongi surat rekomendasi dari DPP untuk maju dalam bursa pilkada Sleman. “Namanya Danang. Ya memang sudah ketemu (Sri Purnomo). Silaturahmi saja,” ujarnya.
Sukaptono juga membeberkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Nasdem, PKS, dan PKB, untuk menduetkan Danang dengan Sukamto.
Di sisi lain, sempat tersiar kabar bahwa Danang justru mulai intensif menjalin komunikasi dengan Sri Purnomo. “Banyak kemungkinannya,” dalih politikus asal Turi itu.
Ketua DPD Partai Nasdem Sleman Surana belum mau bicara soal pilkada. Kendati begitu, kans dukungan Nasdem diarahkan ke Sukamto kian nyata. Terlebih, Sukamto telah menunjuk tim sukses yang dimotori oleh Subardi, yang tak lain ketua DPW Partai Nasdem DIJ.
Menariknya, Sukaptono didaulat menjadi wakil ketua tim sukses bersama Sukedi dari Partai Demokrat. “Saya nggak tahu persis mau dicalonkan atau tidak. Tanya Pak Subardi saja,” ungkapnya usai buka puasa bersama di RM Sederhana beberapa waktu lalu.
Sukamto mengaku semua langkah yang ditempuhnya selama ini bukan atas kehendaknya. Tapi, petunjuk tim. Termasuk keputusannya mundur dari pencalonan wakil bupati di PDIP.
Sukamto berharap muncul koalisi besar dari Nasdem, PKB, Gerindra, dan Demokrat. “Syukur dengan PKS. Tapi empat itu sudah menyatu,” klaimnya.
Sementara itu dari kubu PDIP tetap belum ada perkembangan informasi. Rekomendasi dari DPP pun belum sampai ke Sleman. Meskipun DPP menggariskan partai banteng moncong putih untuk mengusung calon sendiri.
Hanya, dua nama yang diusulkan oleh DPC, yakni Rendradi Suprihandoko dan Yuni Satia Rahayu agaknya bisa terganjal oleh situasi politik lokal.
Saat ini justru tersiar kabar adanya dua kemungkinan. Muncul sosok Edy Suandi Hamid yang akan dipasangkan dengan Yuni. Atau Yuni justru kembali menjadi pasangan Sri Purnomo. “Nanti kalau ada kabar pusat saya informasikan,” ucap Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto.
Terhadap isu yang beredar, baik Yuni maupun Edy menampik spekulasi tersebut.(yog/din/ong)