HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TITIK MACET: Jelang arus mudik, polisi memasang trafic barier atau pembatas jalan di perlintasan Kereta Api (KA) sebidang sisi timur yang selama ini menjadi titik kemacetan di Kota Wates, kemarin.
KULONPROGO-Perlintasan kereta api (KA) sebidang di sebelah timur Stasiun Wates atau yang lebih dikenal dengan sebutan Teteg Wetan merupakan simpul kemacetan di kota Wates. Selama arus mudik kemacetan di titik itu diprediksi lebih parah.
Mengantisipasi hal itu, Polres Kulonprogo melakukan rekayasa lalu lintas, yakni dengan memasang trafic barier (pembatas jalan) untuk pengalihan arus kendaraan dari arah Jalan Diponegoro. “Arus lalu lintas dititik ini sering semrawut, terutama di jam-jam sibuk,” terang Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) Satlantas Polres Kulonprogo Iptu Didik Purnomo SH, kemarin (10/7).
Pemasangan pembatas jalan ini dilakukan hanya selama Operasi Ketupat Progo 2015. Kendati kedepan kami punya wacana pemasangan batas jalan secara permanen.
Alasannya jelas, kendaran dari Jalan Diponegoro menuju Jalan Sugiman selring macet jika tidak dialihkan. Sementara arus kendaraan dari arah selatan (pasar Wates) yang hendak menuju ke Jalan Sugiman sering bertemu di persimpangan itu dan memicu kemacetan. “Penyebabnya median jalan memang sempit ditambah ada persimpangan dan perlintasan kereta api sebidang. Belum lagi kalau ada kereta api melintas saat penumpukan kendaraan belum selesai, sangat berbahaya,” tambahnya.
Selama Operasi Ketupa Progo, kendaraan dari Jalan Diponegoro akan diarahkan menuju Jalan Perwakilan atau Jalan Kweni. Jika kendaraan ingin menuju Jalan Sugiman bisa memutar Alun-alun Wates. “Untuk kendaraan dari arah yang lainnya tetap normal,” jelasnya
Menurut Didik, rekayasa dan pemasangan trafic barier juga bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalur dalam kota selama musim mudik Lebaran. Kedepan dalam forum lalu lintas sektoral rencana akan diusulkan rekayasa ini dijadikan permanen. Sebab, titik kemacetan lalu lintas di titik tersebut harus segera mendapat penanganan.
“Selain teteg timur, simpang empat Terminal Wates dan Simpang tiga Demen juga dilakukan rekayasa lalu lintas. Namun dilihat kepadatan kendaraan terlebih dahulu, jika memang parah kita juga akan usulkan untuk pemasangan pembatas jalan yang permanen,” ujarnya.
Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo Sigit Purnomo menyatakan, rekayasa lalu lintas yang berada di wilayah tersebut merupakan usulan Kapolres Kulonprogo yang dikoordinasikan dengan Dishubkominfo.
Tidak hanya berlaku untuk kendaraan dinas dan pribadi. Pengalihan arus tersebut juga berlaku untuk semua angkutan umum yang melintas dari Jalan Diponegoro. “Bidang Angkutan, Terminal dan Perparkiran (ATP) juga sudah tahu hal ini, dengan rekayasa itu berarti semua kendaraan harus memutar Alun-alun Wates dulu,” tandasnya. (tom/din/ong)