SLEMAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ melakukan inspeksi mendadak (sidak) narkoba di Bandara Adisutjipto, kemarin (13/7). Tim dari BNNP yang datang sekitar pukul 09.00 langsung menuju pesawat yang akan segera berangkat.
Sayangnya, sempat terjadi miskomunikasi antara pihak bandara dan BNN, sehingga beberapa wartawan yang sudah menunggu tidak diperkenankan mengambil gambar.
Kabid Pemberantasan BNNP DIJ A. Priyo Utomo mengatakan, pihaknya langsung memeriksa pilot dan kopilot pesawat yang segera berangkat. Hasilnya, dua pilot dan dua kopilot maskapai Batik Air dan Citilink negatif dari narkoba. “Nihil,” kata Priyo kepada wartawan.
Dia beralasan, pemeriksaan urine dilakukan di atas pesawat, sehingga wartawan urung mengambil gambar, hanya masalah teknis saja. Yakni dimaksudkan untuk tidak mengganggu proses keberangkatan penerbangan, meskipun diakuinya hasil tes sudah dapat diketahui kurang dari lima menit.
“Masalah teknis saja, kita koordinasi dengan Angkasa Pura untuk lebih cepat secara mobilitas, kita lakukan di pesawat,” ujarnya. Sedangkan pelaksanaan tes urine bagi pilot dan kopilot di bandara, menurutnya, bertujuan untuk meminimalisasi dan mengantisipasi kecelakaan pesawat dari sisi human error. (cr3/laz/ong)