RADAR JOGJA FILE
PERSIAPAN MEPET : Inilah skuad Persiba Bantul saat sebelum kompetisi Divisi Utama 2015 dihentikan.
BANTUL – Dua tim Divisi Utama asal DIJ menyatakan kesiapan-nya dalam mengarungi Piala Kemerdekaan yang akan digelar Agustus mendatang. Hanya saja, kedua klub tidak akan me-menuhi kuota pemain yang ditetapkan oleh tim transisi Ke-menterian Pemuda dan Olah-raga (Kemenpora).Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan tim transisi, setiap klub maksimal mendaftarkan 22 pemain. Hanya saja, kedua klub asal DIJ Persiba Bantul dan PSS Sleman tidak akan memenuhi kuota maksimal yang telah di-tentukan panitia.Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo menyebut, pihaknya akan mendaftarkan 20 pemain. Hanya saja, sampai dengan saat ini skuad yang dimiliki hanya sekitar 18 orang pemain saja. “Kami akan lengkapi maksimal sebelum pendaftaran ditutup dua pada pertengahan pekan ini,” jelas Endro Minggu (26/7).Endro mengata-kan, Persiba ma-sih akan meng-incar pemain untuk melapis di posisi tertentu. Salah satu pemain yang ditunggu ialah Slamet Nurcahyo. Hanya saja, Persiba masih menanti izin dari klub lamanya Persebaya, yang juga ikut dalam turnamen pra musim Piala Indonesia Satu. “Jika Persebaya keluarkan izin, Slamet akan langsung ber-gabung dengan kami,” ujar pria yang juga anggota DPRD Ban-tul tersebut.Terkait dengan target, Endro optimistis skuad berjuluk Las-kar Sultan Agung itu dapat lolos dari penyisihan grup C. Terle-bih Persiba juga bertindak se-bagai tuan rumah bersama babak penyisihan grup men-dampingi Persis Solo. “Yang pasti tahap awal harus bisa lolos dari grup dahulu. Setelah itu baru membidik juara tur-namen karena lumayan hadi-ahnya Rp 500 juta,” tutur dia.Langkah serupa juga diambil PSS Sleman yang akan mendaf-tarkan 20 pemain saja. Dari 17 pemain yang sudah ada saat ini dan sepakat secara lisan ber-gabung dengan Super Elang Jawa, tinggal tiga pemain tam-bahan yang tengah diburu ma-najemen. “Untuk pemain-pe-main tambahan kami serahkan langsung ke pelatih. Biar pela-tih yang memutuskan tamba-hannya,” jelas Soekoco.Di luar itu Soekoco menyayang-kan dengan tidak adanya kepastian undangan manager meeting tim peserta turnamen. Tidak adanya pemberitahuan resmi dari Tim Transisi terkait temu menajer mem-buat dirinya belum bisa memasti-kan hadir dalam acara tersebut yang akan berlangsung di Madiun. “Sam-pai hari ini (kemarin, Red) belum ada undangan resmi, kalau perte-muan di Madiun itu lokasinya di-mana juga belum jelas,” tambah dia. (bhn/din/ong)