HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
RITUAL RUTIN: Rombongan kerabat Pakualaman saat melakukan tradisi ziarah di Astana Girigondo, Kaligintung, Kokap, Kulonprogo, kemarin (26/7).
KULONPROGO – Kerabat Kadipaten Paku-alaman ziarah kubur ke makam para leluhur, kemarin (26/7). Ziarah kali ini sedikit istimewa, karena diikuti beberapa perwakilan dari Himpunan Kerabat dan Kawula Pakualaman (HKPA) dari Singapura dan Malaysia. Ziarah kali ini dipimpin permaisuri KGRAy Paku Alam IX Anglingkusumo, didampingi KPH Wiroyudho, Ketua HKPA Malaysia KRT Satyohadiningrat. Serta Ketua Majelis Adat dan Budaya Pakualaman di Singapura KRT Kusumanagoro.Rombongan tiba di kompleks pemakaman Girigondo, Kaligintung, Kokap sekitar pukul 12.53 WIB. Tampak dalam rombongan ziarah Ketua HKPA KRT Pringgohusodo, dan Kepala Bebadan Museum Puro Pakualaman KRTH Widjajadiningrat. Hadir pula KRAT Purwadi Sasradiningrat dan KRMH Setyadji Pantjwidjaja Sasataningrat. Sesaat setelah sampai di kompleks Astana Girigondo, rombongan terlebih dahulu transit di bangsal khusus yang berada di sayap kiri tangga masuk menuju pintu gerbang makam utama. Para juru kunci yang sudah bersiap sebelumnya, membantu menyiapkan ubo rampe untuk keperluan ziarah.Rombongan kemudian masuk ke makam Adipati Paku Alam V hingga VIII diiringi juru kunci. Mereka menggelar tahlil dan doa bersama sebelum kemudian dikunci dengan ritual tabur bunga. “Ini ziarah rutin yang biasa dilakukan sebelum dan sesudah puasa,” terang KPH Wiroyudho usai ziarah.Wiroyudho menjelaskan, ziarah tahun ini memang sedikit istimewa jika dibanding tradisi ziarah rutin sebelumnya. Karena sebelum ziarah ke makam Astana Girigondo, yang merupakan makam Adipati Paku Alam V hingga VIII, rombongan juga sudah menyempatkan ziarah ke makam Adipati Paku Alam I hingga IV di Kotagede, Jogja.Tidak hanya itu, ritual ziarah juga dilaksana-kan ke makam Ki Ageng Mangir dan para pendiri kerajaan mataram yang lain. Menurut Wiroyudho, dalam perkembangan terakhir, dinasti Mataram sempat menunjukkan beberapa konflik perpecahan. Baik di Keraton Jogjakarta, Kadipaten Pakualaman maupun di Keraton Solo.”Kita berharap mendapatkan restu dari para leluhur agar dinasti Mataram bisa damai sampai masa yang akan datang,” jelasnya. Wiroyudho menambahkan, terkait keber-adaan HKPA memang banyak di luar negeri. Bahkan tidak hanya di Asia seperti Singapura, Malaysia atau Brunei. Tetapi juga sudah ada HKPA yang berasal dari Amerika, Spanyol sampai Peru.”HKPA ataupun keluarga Pakualaman tidak eksklusif atau hanya tergantung garis keturunan. Namun masyarakat boleh menjadi anggota HKPA. Sepanjang memiliki kepribadian yang baik dan bisa menjaga nama baik Pakualaman. Asal berperilaku baik, siapa saja bisa bergabung dengan HKPA,” ungkapnya.Juru Kunci Makam Girigondo H Mas Wedana Wasiluddin menjelaskan, di Astana Girigondo ini dimakamkan Paku Alam V sampai dengan Paku Alam VIII berikut keluarga besar dan kerabatnya. Wisatawan bisa datang untuk melakukan ziarah. Namun tidak semuanya bisa masuk ke dalam makam utama tempat raja-raja dimakamkan. “Untuk ziarah kali ini, seperti ziarah rutin biasanya, tidak ada persiapan khusus ya semuanya biasa saja,” ujarnya. (tom/ila/ong)