RADAR JOGJA FILE
TANGGUH : Lia Karina Mansur saat merebut medali emas di PON Riau 2012 lalu. Kini dia berlatih keras untuk mempertahankan prestasi itu.
JOGJA- Tahun ini akan lebih berat dan menantang bagi Lia Karina Mansur. Taekwondoin putri andalan DIJ ini jadi satu-satunya atlet wanita yang dipersiapkan untuk PON 2016 di Jawa Barat. Apa persiapannya?Bagi Lia, target itu tidak ingin dijadikan beban. Tetapi justru menjadi motivasi diri. Semangat, doa dan harapannya ha-nya satu, membawa pulang kembalu emas untuk tanah kelahirannya, Jogjakarta.Fokus. Itulah jawaban yang terlon-tar dari bibir taekwon-doin kelahiran 2 Juli, 24 tahun yang lalu. Motivasi dan kemampuannya, mem-buatnya kembali dipercaya masuk tim puslatda Pra PON dan PON 2016. Proses latihan bersama pun dija-lani, dengan porsi yang hanya me-nyisakan hari Minggu untuk ber-istirahat. Meskipun training camp tak pernah putus, entah itu ada ataupun tidak ada event. Tapi ha-rapan mempertahankan emas PON XVIII Riau tahun 2012 lalu, mem-buatnya semakin termotivasi untuk bisa mewujudkan itu.”Kalau dulu masih ada kakak, tapi seka-rang sudah pensiun. Jadi motivasi benar-benar harus dari diri sendiri, bukan orang lain,”ujar atlet yang akan melanjutkan studi S2 Ilmu Keolahragaan di UNY ini.Sepeninggal kakaknya, Fitriana Mansur, yang tidak lagi aktif sebagai atlet taek-wondo, Lia jadi satu-satunya atlet taek-wondo putri andalan Jogjakarta. Bersama 6 taekwondo lainnya, Lia menjalani pola latihan yang sama. Dua kali setiap hari, pagi dan sore. Sabtu latihan sekali, dan hanya mendapat kesempatan beristirahat di hari Minggu.Tidak ada kata lain selain semangat. Karena toh, bosan terkadang melanda. Dan untuk menghilangkannya, tak semudah mem-balikan tangan. “PON besok lebih berat, selain membawa bama daerah, juga ditarget emas lagi. Dari pribadi memang harus dapat emas lagi, jadi harus menyemang-ati diri sendiri,”ujarnya semangat.Olahraga beladiri ini sudah dikenalnya sejak kecil. Bertahun-tahun mendalami olahraga beladiri ini, Lia pun tak hanya mengantongi berbagai jurus beladiri, tapi berbagai prestasi. Peraih perak Sea Games 2011 ini juga mengantongi emas PORDA 2013, juara 1 Bali Open Interna-tional Taekwondo Tournament 2015 dan sederet kejuaraan lainnya. Tak hanya di bidang olahraga, Lia juga mengembang-kan diri dengan mengikuti Dimas Diajeng Kota Jogja 2015.”Tapi fokusnya tetap ke Pra PON, kalau pas ada kegiatan Dimas Diajeng saya ijin untuk latihan. Teman-teman sudah tau dan mereka dukung saya,”ujar Wakil 1 Diajeng Kota Jogja ini. (dya/din/ong)