BANTUL – Momentum Syawalan dan puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Bantul ke-184 dimanfaatkan Bupati Bantul Sri Surya Widati untuk bermaaf-maafan sekaligus pamitan. Ini menyusul akan berakhirnya jabatan bupati dan wakil bupati periode 2010-2015. “Saya mohon pamit jika saya memimpin Bantul terdapat banyak kesalahan dan kurang puas dari semua pihak,” tutur Ida, sapaan akrabnya dalam peringatan HUT Bantul ke-184 dan Syawalan dengan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pendopo Parasamya, kemarin (26/7).Di hari-hari akhir masa jabatannya, Ida berharap masyarakat Bantul turut aktif mensukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015. Juga, turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan tahapan pilkada.HB X dalam sambutannya, banyak melontarkan pujian atas berhasilnya kepemimpinan Sri Surya Widati-Sumarno. Sebab, dalam kurun waktu 2010-2015 Kabupaten Bantul berhasil menyabet 921 penghargaan. Prestasi ini jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya yang hanya memeroleh 443 penghargaan. “Pemimpin perempuan tidak kalah pamor dengan pria. Buktinya ibu bupati berhasil memimpin Bantul dengan baik,” tandasnya.HB X menegaskan, demokrasi di DIJ harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Upaya merevitalisasi pasar-pasar tradisional, pemberian pelatihan dan pinjaman kepada para pedagang kecil merupakan salah satu kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kabupaten Bantul juga berhasil me-munculkan batik dengan motif kembang ceplok kates,” tambahnya.Sebelumnya, ribuan warga menyambut karnaval seni dan budaya meriahkan hari jadi ke-184 Kabupaten Bantul, Sabtu (25/7). Mereka dengan tertib dan antusias menyaksikan acara yang menyuguhkan berbagai atraksi seni yang ditampilkan para peserta.Di antaranya peserta karnaval ada yang menyelipkan pesan dan mengingatkan ajang pilkada yang sebentar lagi akan digelar di Bantul. Mereka membawa replika kursi bertuliskan ‘Bupati’ yang dijaga oleh para prajurit. Kelompok ini berpesan agar dalam Pilkada meski terjadi perbedaan pilihan tetapi tidak memecah belah warga.Kelompok berikutnya menampilkan kapal perang yang menyimbolkan Bantul memiliki potensi maritim yang siap dikembangkan. Ada juga kesenian tarian pemanggil roh Nini Thowong dari Kecamatan Pundong, Bantul. Ada juga dari komunitas Parisada Hindu Dharma Banguntapan, Bantul.Karnaval diikuti berbagai potensi seni dari 17 kecamatan yang ada di Bantul. “Kegiatan dikemas dengan karnaval seni budaya karena Bantul gudang seni budaya. Dan masing-masing kecamatan punya keunggulan sendiri-sendiri,” kata Asisten Admnistrasi Umum Pemkab Bantul, Sunarto. (sky/din/ong)