Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
JOGJA – Wisawatan yang telah mengunjungi Malioboro, khususnya di Titik Nol Kilometer, tak hanya merasakan kangen kembali ke sana. Mereka pasti bakal berhasrat untuk mengunjungi taman kota itu. Sebab, tahun depan, Titik Nol Kilometer dipastikan bakal berubah penampilan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIJ Rani Sjamsinarsi mengungkapkan, tahun depan akan ada penanda Titik Nol Kilometer. Ini merupakan rangkaian dari penataan Malioboro yang mereka lakukan secara bertahap. “Tahun ini masuk lelang. Semoga bisa selesai akhir tahun,” tandas Rani, akhir pekan lalu.
Penataan Titik Nol Kilometer ini, lanjut Rani, menjadi tahap awal penataan Malioboro. Selain relokasi parkir kendaraan roda dua di sisi timur Malioboro ke Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang telah selesai.
“Desain besar dari penataan Malioboro masih terus kami susun. Sekarang, sesuai dengan permintaan kota (pemkot) dilakukan di Titik Nol Kilometer untuk tahap awal,” jelasnya.
Titik Nol Kilometer ini, menurut Rani, akan banyak mengalami perubahan. Nantinya akan ada penanda jika kawasan di depan komplek bangunan bersejarah itu Titik Nol Kilometer. “Juga sentuhan lain untuk menambah nyaman,” tambahnya.
Penataan ini akan menyentuh dari lantai sampai taman. Nantinya di Titik Nol Kilometer akan berubah. Bahkan Wali Kota Haryadi Suyuti menjanjikan, aspal di lampu merah perempatan sama dengan di Tugu.
“Lantainya bisa saja berbeda. Untuk menandakan jika kawasan itu Titik Nol Kilometer. Halaman depan dari Istana Kepresidenan Gedung Agung,” kata HS, sapaan akrabnya.
Ia mengungkapkan, untuk penataan Titik Nol Kilometer ini, mengutamakan kenyamanan. Baik wisatawan dan masyarakat yang menikmati suasana di sana atau pun pengguna jalan.
Semuanya harus merasakan kenyamanan berada di Titik Nol Kilometer. “Bagi wisatawan, tentu nanti akan dibuat pencegah agar PKL tidak bisa masuk. Hanya asongan yang boleh,” lanjutnya.
Lelang pekerjaan ini, sudah berada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov DIJ. Ini karena penataan tersebut dikerjakan Dinas PUP dan ESDM. Sumber dananya menggunakan dana keistimewaan.
Penataan di Titik Nol Kilometer ini juga sebagai tindak lanjut dari penataan Alun-Alun Utara (Altar) yang menjadi awal sentuhan di sumbu filosofi. Usai dari Altar dan Titik Nol, Pemprov DIJ merencanakan menata penggal selanjutnya.
“Bersamaan dengan penyelesaian dari perencanaan yang tengah kami susun,” timpal Rani yang menambahkan perencanaan itu tetap menggunakan karya hasil Sayembara Malioboro sebelumnya. Tiga pemenang terbaik mereka berikan waktu untuk menyusun desain Malioboro itu, bersama Dinas PUP dan ESDM. (eri/laz/ong)