SLEMAN – Kepastian wacana pecah kongsi antara Sri Purno-mo (SP) dan Yuni Satia Rahayu tinggal menunggu waktu. Bukan sekadar bersaing, keduanya hampir pasti akan “berseteru” secara head to head dalam bur-sa Pilkada Sleman 2015, 9 De-sember mendatang
Ya, itu jika konstelasi politik sampai kemarin (26/7) tidak mengalami perubahan. Sangat mungkin pilkada kali ini diikuti hanya oleh dua pasangan calon. Yakni, Sri Purnomo-Sri Musli-matun dan Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana.Di luar dugaan, Gerindra mela-kukan manuver di hari pertama pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati oleh KPUD Sleman kemarin. Sekali-gus memanfatkan momen mun-durnya Sukamto dari pencalo-nannya sebagai balon wakil bupati di PDIP. Yakni dengan mengajukan Danang untuk men-dampingi Yuni. Berbeda dengan hubungan antarpengurus partai di pusat yang sempat mereng-gang saat pilpres, Gerindra dan PDIP Sleman justeru mesra.Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptono mengatakan, partai-nya bakal berkoalisi dengan PDIP dan PKS untuk menduetkan Yuni-Danang. “Sudah 90 persen klir,” ujarnya kemarin.Sukaptono mengaku sengaja menjalankan manuver secara diam-diam, sambil menunggu pergerakan partai kompetitor. Ia berencana mendaftarkan ja-gonya pada Selasa (28/7) atau hari terakhir pendaftaran calon. “Kami akan rapat dulu dengan partai koalisi untuk pemantapan,” lanjutnya.Ia mengklaim, Sukamto telah merestui pasangan tersebut. Po-litikus PKB itu juga disebut men-dukung penuh kolisi tiga partai itu. “Pak Kamto tidak jadi mendaf-tar karena alasan kesehatannya,” beber politikus asal Turi yang akrab disapa Komeng itu.Jika PKS bergabung dengan Gerindra dan PDIP, berarti Yuni-Danang bakal diusung oleh pe-raup 25 kursi (50 persen) di DPRD. Sedangkan duo Sri Purnomo dan Muslimatun mengumpulkan 20 kursi dari PAN, Golkar, Nasdem, Demokrat, dan PPP. Hanya PKB yang belum me-nentukan sikap dukungannya. Sementara itu Ketua Fraksi PKS DPRD Sleman Darul Fallah me-nyebut rencana bergbungnya PKS dengan Gerindra dan PDIP belum final. “Masih memun-gkinkan semuanya,” dalihnya.Semula PKS menjadi salah satu partai yang membuat kese-pahaman bersama dengan PAN, Golkar, dan PPP untuk mengus-ung Sri Purnomo sebagai calon bupati. Namun, hingga kemarin belum ada deal politis antara PKS dan tiga partai lain.Sumber Radar Jogja di gedung parlemen Sleman menyebut, kemarin sore merupakan dead line keputusan koalisi pengusung Sri Purnomo. “Jika sore ini (ke-marin, Red) PKS tak hadir rapat, kemungkinan besar tak jadi ber-gabung,” ungkap sumber itu sekitar pukul 17.15.Terpisah, Ketua DPC PDIP Sle-man Koeswanto membenarkan koalisi antara partainya dengan Gerindra. Langkah itu dianggap taktis untuk menyikapi mundur-nya Sukamto. Hanya, tentang siapa kandidat yang bakal didaf-tarkan ke KPUD, Koeswanto engan berkomentar. “Besok (hari ini, Red) baru ketahuan siapa calonnya. Pukul 14.00 kami akan mendaftar di KPU,” jelasnya.Sementara itu, hingga petang kemarin tak satupun angota parpol hadir di kantor KPUD Sleman untuk mendaftarkan kandidatnya. “Belum ada yang daftar,” kata Komisioner KPUD Endah Sri Wulandari.

Optimistis Tak Ada Penundaan Pilkada

Seperti yang dijanjikan, PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem resmi mendaftarkan pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang diusung, Sri Surya Widati dan Misbachul Munir, pada hari pertama pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, kemarin (26/7). “Secara umum persyaratan pendaftaran sudah 90 persen,” terang Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi, usai mendaftarkan pa-sangan Sri Surya Widati-Misbachul Munir di KPU Kabupaten Bantul. Ada dua persyaratan yang ma-sih perlu diperbaiki lagi. Yakni, salinan berkas-berkas persyara-tan dan rekening khusus. Aryun menyatakan PDIP dan Partai Nasdem baru membawa berkas-berka asli. “Rekening khusus belum kami laporkan karena kita baru mendapat penjelasan dari teman-teman KPU,” ujarnya.Kekurangan ini bakal disem-purnakan dalam waktu dekat.Aryun optimistis Pilkada Bantul terselenggara pada 9 Desember mendatang, meskipun santer terdengar kabar partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) meng-inginkan penundaan. Alasannya, seluruh parpol menginginkan penyelenggaraan pilkada serentak berjalan dengan sukses. “Pasti menginginkan terlaksana demi mendapatkan pemimpin yang handal,” jelasnya. Ketua Pokja Pencalonan KPU Kabupaten Bantul Arif Widayan-to mengatakan, telah menerima dan memeriksa berkas-berkas persyaratan pendaftaran pa-sangan Sri Surya Widati-Misba-chul Munir. “Ada 14 item (per-syaratan),” sebutnya. Menurutnya, surat pernyataan pengunduran diri calon bupati atau wakil bupati dari keang-gotaannya sebagai Polri, TNI atau PNS, tak wajib diserahkan saat pendaftaran. Surat pernyataan ini baru harus diserahkan ke-pada KPU maksimal satu hari sebelum penetapan pasangan. “Penetapan tanggal 24 Agustus,sehingga tanggal 23 harus dise-rahkan,” tandasnya.Lalu, bagaimana jika yang mendaftar hanya satu pasangan? Arif menjelaskan masa pendaf-taran berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 26 Juli hingga 28 Juli. Jika dalam waktu tiga hari hanya ada satu pasangan yang mendaftar, KPU akan mela-kukan sosialisasi. “Sosialisasi tiga hari. Mulai tanggal 29 Juli-31 Juli. Kemu-dian tanggal 1 Agustus-3 Agus-tus akan kita buka pendaftaran lagi,” paparnya. Namun demikian, KPU akan menunda penyelen-ggaraan pilkada hingga Febru-ari 2017 bila pada masa perpan-jangan pendaftaran tak ada pasangan lain yang mendaftar. Pada bagian lain, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat ditemui usai menghadiri Syawalan di Pen-dopo Parasamya Bantul enggan berandai-andai perihal penundaan Pilkada Bantul. “Jangan prasangka-lah. Saya nggak mau prasangka. Kita lihat nanti perkembangan,” tutur HB X . (eri/yog/zam/din/laz/ong)