SETIAKY/RADAR JOGJA
DOAKAN LELUHUR: Para kerabat Kadipaten Pakualaman saat ziarah ke makam raja-raja Mataram Kotagede, kemarin (26/7).
JOGJA – Kerabat Kadipaten Pakuala-man mengadakan ziarah ke makam raja-raja Mataram Kotagede kemarin (26/7). Ziarah dipimpin permaisuri KGPAA Paku Alam IX Anglingkusumo, dan KPH Wiroyudho. Acara tersebut juga diikuti beberapa pengurus Himpunan Kerabat Pakua-laman (HKPA). Mereka tak hanya da-tang dari sejumlah daerah, tapi juga dari mancanegara. Di antaranya Ketua Ketua HKPA Malaysia KRT Satyohadinin-grat, serta Ketua Majelis Adat dan Bu-daya Malaysia KRT Kusumonagoro. Juga tampak Ketua HKPA Kedu KRT Pringgohusodo, Kepala Bebadan Mu-seum Puro Pakualaman KRTH Widja-janingrat, KRAT Sasraningrat, dan KRMH Setyadji Pantjawidjaja Sastraningrat.Selama berada di Kotagede, mereka berdoa di nisan para pendiri Dinasti Mataram seperti Panembahan Seno-pati, Ki Ageng Pemanahan, Juru Mer-tani, dan Panembahan Hanyokrowati. Selain itu juga makam Sultan Hadi-widjojo, Ki Ageng Mangir, dan beber-apa tokoh lainnya.”Kami juga mendoakan para adipati Pakualaman dari KGPAA Paku Alam I hingga KGPAA Paku Alam IV,” ungkap Wiroyudho. Sebagaimana diketahui, empat adipati Paku Alam dimakamkan di Kotagede. Sedangkan KGPAA Paku Alam V hingga KGPAA Paku Alam VIII dikebumikan di makam keluarga Pa-kualaman di Girigondo, Kulonprogo.Wiroyudho berharap dengan ziarah itu, Dinasti Mataram yang sekarang terbagi menjadi Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Ngayogya-karta Hadiningrat, Kadipaten Mang-kunegaran, dan Kadipaten Pakualaman tetap utuh.”Doa kami supaya para penerus Dinasti Mataram tetap kompak, bersatu dan selalu menjaga keru-kunan. Kita semua bersaudara,” ungkap Wiroyudho.Dengan ziarah itu, pihaknya ingin agar keluarga besar HKPA sebagai ba-gian dari Kadipaten Pakualaman tetap mengingat jasa dan perjuangan para pendiri Mataram. Keberadaan Pakua-laman tidak bisa dipisahkan dari me-reka. “Juga dari para adipati yang per-nah jumeneng (bertakhta) di Pakuala-man,” ucapnya. (kus/laz/ong)