ADI DAYA P/RADAR JOGJA
HINGGASORE HARI: Para siswa SMA/SMK di Kabupaten Magelang mulai menjalani kegiatan belajar mengajar lima hari sekolah. Terlihat para siswa keluar dari gedung sekolah.
MUNGKID – Pemerintah Kabu-paten Magelang menerapkan sis-tem pembelajaran lima hari masuk sekolah dalam seminggu. Kebija-kan ini dilaksanakan oleh seluruh SMA/SMK negeri dan swasta yang tersebar di 21 kecamatan. Selama lima hari sekolah siswa akan mengik-uti kegiatan belajar mengajar se-lama sembilan jam sehari dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdik-pora) Kabupaten Magelang Mu-showir mengatakan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jawa Tengah. Seluruh SMA dan SMK di Jawa Tengah akan memberlakukan program lima hari sekolah mulai tahun ajaran 2015/2016. “Di Ka-bupaten Magelang sendiri telah diterapkan mulai Senin ini,” ujar-nya, kemarin (27/7). Melalui kebijakan ini, pada Sa-btu dan Minggu siswa libur. Hal ini diharapkan bisa mengoptimal-kan komunikasi dengan orang tua masing-masing. Dengan kebijakan ini, maka hak anak akan terpenuhi. Dari hak mendapat pelajaran, be-ribadah, bermain, istirahat dan akan lebih dekat dengan orang tua.”Siswa yang full day berada di sekolah akan mengurangi dampak kenakalan remaja. Misalnya van-dalisme, geng motor, tawuran dan sebagainya. Seluruh kegiatannya akan terpantau, tanpa mengurangi hak-hak anak,” jelasnya.
Tidak ada pengurangan jam be-lajar di sekolah pada kebijakan ini. Karena, semua dilaksanakan se-suai dengan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Khusus jam belajar usai salat Jumat, di-manfaatkan untuk pelajaran ekstra-kurikuler bersifat wajib tentang kepramukaan. Sementara hari Sabtu, para siswa tetap datang ke sekolah untuk mengikuti ekstra-kurikuler pilihan seperti kesenian, olahraga, atau keterampilan lain. “Untuk ekstrakurikuler pilihan ini disesuaikan dengan kondisi yayasan atau sekolah bersangkutan,” katanya.Mengetahui kesiapan dalam pelaksanaan di masing-masing sekolah, pemkab memonitor se-kolah hingga Kamis (30/7) nanti. Di Kabupaten Magelang, terdapat sepuluh SMA negeri dan 25 SMA swasta, serta tiga SMK negeri dan 41 SMK swasta. Berbagai kendala yang muncul terkait pelaksanaan program, nanti akan dievaluasi setelah berjalan satu semester.Kepala SMA Negeri 2 Grabag Ani-ardi menyambut baik penerapan lima hari sekolah ini. Ada banyak keuntungan jika siswa banyak ke-giatan di sekolah selama lima hari. Di sekolah tidak hanya belajar tapi juga menyalurkan minat mereka melalui ekstrakulikuler. “Sedangkan Sabtu dan Minggu siswa bisa istirahat di rumah,” ungkap Aniardi. (ady/ila/ong)