MUNGKID – Dugaan keterlibatan oknum perangkat desa di wilayah Kabupaten Magelang dalam aktivitas penambangan di Merapi te-rus didalami Kepolisian Resort Magelang. Dugaan keterlibatan aparat desa itu muncul setelah kepolisian memeriksa 26 saksi ter-kait kasus penambangan alat berat di alur Sungai Bebeng, Kecamatan Srumbung bebe-rapa waktu lalu. Setelah menetap-kan tiga tersangka, tidak menutup kemungkinan petu-gas juga akan kem-bali menetapkan tersangka lain. Ka-polres Magelang AKBP Zain Dwi N mengatakan, pi-haknya masih men-dalami adanya du-gaan keterlibatan perangkat desa da-lam penambangan tersebut. Sejauh ini, oknum perangkat desa yang terlibat dalam penam bangan tersebut masih ber-status saksi. “Untuk sementara oknum perangkat desa ini masih saksi,” tandasnya, belum lama ini (26/7).Dia mengaku terus menindaklanjuti kasus pengerukan material sisa erupsi Merapi tersebut. Zain menyatakan, belum ada tersangka baru, selain tiga tersangka yang sudah ditahan oleh polisi sebelumnya. “Belum ada penambahan tersangka baru. Ini kan juga baru selesai lebaran. Nanti dalam waktu dekat ini akan dilihat perkembangannya,” katanya.Sebelumnya dari 26 saksi, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka merupakan warga lokal dan luar Magelang dengan mempunyai peran yang berbeda-beda. Selain menetapkan tersangka, polisi juga mengamankan sebelas truk pasir beserta sejumlah uang tunai. Petugas masih terus melakukan pendalaman pada kasus penambangan liar dengan alat berat di alur Sungai Bebeng, Kecamatan Srumbung ini. (ady/ila/ong)