HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DAYA TARIK: Objek Wisata Kalibiru di Hargowilis, Kokap, semakin dikenal luas. Keberadaan Kalibiru secara tidak langsung ikut mendongkrak retribusi masuk di Waduk Sermo.
KULONPROGO – Keberadaan objek wisata Kalibiru mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata ke Waduk Sermo. Pasalnya, salah satu akses jalan menuju Kalibiru, khususnya dari wilayah timur harus melalui Waduk Sermo.
“Waduk Sermo sudah ada sejak lama. Tidak bisa dipungkiri baru beberapa waktu terakhir banyak yang datang, itu juga karena keberadaan Kalibiru yang ada di atas sana,” ungkap salah seorang anggota Pokdarwis Sermo Hargowilis Rudi Setiawan, baru-baru ini.
Waduk Sermo merupakan waduk terbesar di DIJ, selain sebagai pemasok irigasi sejauh ini juga dipromosikan sebagai objek wisata. Upaya untuk memopulerkan juga sudah dilakukan. Mulai dari pentas seni hingga festival diadakan di sana. “Tetapi kunjungannya hanya sesaat saja. Setelah itu pengunjung sepi,” ungkap Rudi.
Pokdarwis juga sudah berupaya untuk membuat kegiatan di seputaran Waduk Sermo agar wisatawan bisa singgah lebih lama. Seperti menyediakan perahu untuk keliling waduk, namun ternyata juga belum memberikan dampak signifikan.
Rudi menyatakan, beberapa waktu terakhir memang banyak pengunjung datang namun hanya karcis retribusi yang meningkat. Mereka yang singgah berekreasi di waduk tetap sedikit. Karena hanya lewat saja untuk mencapai Kalibiru.
“Beberapa waktu terakhir meningkat penjualan tiket retribusi karena terangkat oleh objek wisata Kalibiru yang kian populer,” tandasnya.
Salah satu wisatawan, Utami, 43, warga Cinere, Jakarta mengungkapkan, Waduk Sermo sebenarnya cukup bagus. Namun sayang untuk wahana atau arena permainan keluarga masih sangat minim bahkan tidak ada.
“Waduk memang yang ditawarkan wisata air, namun bahaya juga kalau berenang tanpa pengamanan. Seumpama ada kolam renang selayaknya objek wisata keluarga, tentunya akan lebih menarik,” ungkapnya.
Sementara itu, di Kalibiru sudah sangat ramai wisatawan. Bahkan jumlah wisatawan pada musim libur lebaran tahun ini meningkat tajam. Tiga hari terakhir pengunjungnya mampu menembus angka 5.000 orang.
Salah satu pengelola objek wisata Kalibiru Parjan menuturkan, pada lebaran hari pertama, Jumat (17/7) lalu, setidaknya sudah ada 800 orang yang datang berlibur. Jumlah pengunjung kemudian meningkat signifikan pada Sabtu (18/7) mencapai tiga ribu orang, dan puncaknya Minggu (19/7) kunjungan mencapai lima ribu orang lebih.
Khusus libur lebaran hingga H+7, tarif masuk dipatok Rp 10 ribu per orang. Pengelola sengaja menaikkan tarif karena biaya operasional yang dibutuhkan juga jauh lebih tinggi. Karena ada sekitar 30 orang tenaga lepas yang dilibatkan untuk membantu kelancaran lalu lintas menuju Kalibiru.
“Kami menugaskan relawan di setiap titik rawan, maka kami tentu harus menambah biaya operasional. Tiket masukknya kemudian dinaikkan, tapi hanya saat libur lebaran saja,” ujarnya. (tom/ila/ong)