KULONPROGO – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menargetkan jalan lingkar kota Kulonprogo akan terwujud tahun 2016 mendatang. Tahun ini, jalan Margosari sudah tembus ke Giripeni. Artinya realisasi jalan dalam program bedah Menoreh sudah lebih dari separo.
“Kita targetkan bedah Menoreh bisa selesai tahun 2016, meskipun belum ideal lebarnya namun sudah separo lebih yang direalisasikan. Itu untuk mengimbangi mega proyek yang sudah mulai nampak di selatan,” ujarnya, kemarin (27/7).
Hasto menyatakan, target tersebut sudah masuk dalam perencanaan anggaran APBD 2016. Jalan yang ada di dalam kota akan dilebarkan. “Kita maksimalkan badan jalan yang ada hingga aspal mepet trotoar,” terangnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kulonprogo Gusdi Hartono mengamini, untuk jalan Margosari-Giripeni akan tembus tahun ini. Seperti diketahui underpass di bawah rel kereta api juga sudah jadi beberapa tahun lalu.”Kita lanjutkan tahun 2016 dengan pengadaan tanah untuk jalan, pembuatan jalan dan jembatan. Sehingga benar-benar tembus,” ujarnya.
Terkait jalan lingkar Kota Wates, sudah masuk perencanaan pengadaan tanah. Tahun ini masuk persiapan dengan harapan 2016 direalisasi. “Antara lain Tunjungan-Gebangan,” ungkapnya.
Menurut Gusdi, program bedah Menoreh dimulai dari dua titik, dari arah timur mulai Balai Desa Banjaroya, Promasan, Sendangsono kemudian ke kanan menuju Suralaya. Sementara dari barat, mulai Pasar Plono naik ke Suralaya lewat Tritis yang jaraknya satu kilometer.
“Harapannya program bedah Menoreh bisa memajukan daerah perbukitan. Program ini membutuhkan peran masyarakat. Terutama dalam pelebaran jalan,” terangnya. (tom/ila/ong)