DWI AGUS/Radar Jogja
SEKOLAH BEBAS NARKOBA: Penyerahan trofi penghargaan kepada SMA Muhammadiyah 1 Jogja yang diterima Kepsek Tri Ismu Husnan Purwono (kanan), kemarin (27/7) pagi.
JOGJA – SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Jogja meraih juara 1 Program Pemberdayaan Sekolah Bebas Narkoba (PSBN) tingkat provinsi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala BNN Kota Jogja Saptohadi kepada Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jogja Tri Ismu Husnan Purwono, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, kemarin (27/7) pagi.
PSBN tersebut diberikan atas peran Satgas Pelajar Anti Narkotika dan Seks Bebas (Spektra) menggalakkan kampanye bebas narkoba. Menurut Saptohadi, peran pelajar dalam lingkungan sekolah sangat penting. Baik itu melalui program atau kedekatan secara sosial terhadap individu sekolah.
“Program PSBN dimaksudkan agar tercipta kepedulian dan secara mandiri. Membentengi lingkungan beserta warga sekolah dari bahaya narkoba di tiap-tiap sekolah. Melibatkan siswa secara langsung untuk mengantisipasi kenakalan remaja di sekolah,” ungkapnya.
Selain menyerahkan trofi, BNN juga memberikan uang pembinaan Rp 15 juta.
Spektra menjadi juara 1 tingkat provinsi untuk perwakilan Kota Jogja. Terpilih setelah melewati dua tahap seleksi, yaitu tingkat kota kemudian dilanjutkan di final tingkat provinsi.
Untuk tingkat kota, diikuti 62 sekolah swasta. Saptohadi menjelaskan, PSBN memang fokus pada pemberdayaan program sekolah swasta. Ini karena lembaga pendidikan setingkat SMA, SMK dan MA negeri telah berjalan baik atas perhatian pemerintah.
“Satgas pelajar ini memiliki kedekatan secara emosional terhadap teman seumurannya. Sehingga tugas pendampingan, penyuluhan hingga konseling sangat pas. Ini karena BNN memiliki keterbatasan dan bisa dijangkau oleh para satgas pelajar ini,” katanya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jogja Tri Ismu Husnan Purwono berharap Spektra dapat mengemban tugas mereka dengan baik. Predikat tersebut, tidak hanya sebuah bentuk kebanggaan, juga tanggung jawab yang besar. Menjalankan tugas dan mengawal sebagai sekolah dengan predikat bebas narkoba.
Dirinya juga berharap Spektra dapat melakukan regenerasi. Sehingga gerakan ini dapat terus bertumbuh di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Jogja. Dukungan 100 persen pun siap diberikan oleh pihak sekolah kepada para pelajar ini ke depannya.
“Saat penjaringan siswa baru, kami telah memasukkan bebas narkoba sebagai syarat wajib. Anak mau berkreasi seperti apa, kami mendukung, asal sesuai koridor etika norma seorang pelajar. Boleh mengenali narkoba tapi jangan mendekati,” pesannya.
Spektra beranggotakan 34 siswa dan siswi kelas XI dan XII SMA Muhammadiyah 1 Jogja. Ketua Umum Spektra Muhammad Galih Amurwabhumi mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan program lanjutan. Terutama pendampingan akan bahaya ancaman narkoba melalui lingkungans sekolah.
Program-program ini lanjutnya akan dikawal bersama instansi lainnya. Tentunya yang berkompeten terhadap program seperti BNN. Salah satu hal sederhana yang dilakukan adalah memasang beragam tulisan ajakan bebas narkoba.
“Dalam masa Masa Orientasi Siswa ini juga memberikan pendampingan. Tujuannya juga menjaring regenerasi satgas ini ke depannya,” kata Galih.
Saptohadi juga berpesan agar peran satgas ini tidak hanya lingkup intern sekolah, tapi dapat menyusun kegiatan berkaitan kampanye bebas narkoba, dengan sasaran warga sekitar SMA Muhammadiyah 1 Jogja.
“Spektra diharapakan bisa turut berperan di sekitar sekolahnya. Seperti terlibat dalam kegiatan SD, SMP di sekitarnya. Ini juga menjadi kampanye bebas narkoba sejak usia dini,” paparnya. (dwi/jko/ong)