DISPAR DIJ FOR RADAR JOGJA
BERAGAM SUVENIR: Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta (kiri) meninjau stan usai membuka Festival Suvenir 2015 di Desa Wisata Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, Sabtu (25/7).
DESA maupun kampung wisata di DIJ terus berkembang. Seiring dengan itu, pengelolaan desa wisata harus terus dibenahi. Salah satunya, terkait dengan peningkatan kualitas suvenir di setiap desa wisata tersebut.”Suvenir menjadi kebutuhan bagi desa wisata. Suvenir yang khas membuat wisatawan yang berkunjung semakin berkesan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta usai membuka Festival Suvenir 2015 di Desa Wisata Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, Sabtu (25/7) lalu.Aris berharap, melalui festival tersebut menjadi momentum desa wisata men-ciptakan suvenir khas yang bermutu, unik, dan mengandung unsur budaya. “Bahan baku yang digunakan harus ramah lingkungan, dan mudah dida-patkan,” katanya.
Birokrat yang pernah menjabat Kabid Pengelolaan Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ itu mengakui, untuk mewujudkan itu diperlukan sinergi dengan instansi ter-kait lainnya. “Agar lebih berkembang diperlukan promosi, modal dan pember-dayaan sumber daya manusianya,” lanjut pejabat asal Godean, Sleman ini.Suvenir yang dilombakan kategorinya terdiri atas kain, tambang, perak, tem-baga, akik, logam dan bambu. Lalu kayu, serat alam serta kombinasi kain, tambang, bambu, kayu, maupun serat alam.Panitia juga menerapkan sejumlah ketentuan. Di antaranya peserta fes-tival harus melakukan demo pem-buatan produk selama sepuluh menit. Suvenir merupakan kerajinan yang dapat dijadikan sebagai ikon Jogja, mudah dibawa, dan punya nilai jual.
Festival suvenir itu diikuti 14 kelom-pok yang berasal dari lima kabupaten dan kota se-DIJ. Yakni Kulonprogo sebagai tuan rumah, mengirimkan tiga kelompok yang terdiri Desa Wi-sata Tinalah, Desa Wisata Banjarasri, dan Desa Wisata Banjaroya. Lalu Bantul mengirimkan tiga peserta, Desa Wisata Krebet, Desa Wisata Wukirsari dan Desa Wisata Jipangan. Gunungkidul mengirimkan tiga desa wisata sebagai peserta, yaitu Desa Wisata Bobung, Desa Wisata Bleberan serta Desa Wisata Bejiharjo.Kota Jogja mengutus Kampung Wisata Cokrodiningratan, BIFA Kreasi, dan Kampung Wisata Jumputan menjadi peserta. Sedangkan Sleman mengi-rimkan Desa Wisata Grogol dan Desa Wisata Brajan sebagai peserta festival.
Kepala Desa Banjaroya Rohmadu Inuhaji mengapresiasi penyelengga-raan festival suvenir yang dipusatkan di desanya tersebut. Ia berharap dengan adanya even itu mampu mendorong semangat warganya mengoptimalkan potensi suvenir khas. “Misalnya, kayu, bambu, dan tanaman pandan yang banyak tersedia di desanya.Selama festival berlangsung, tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Krisutanto, beberapa instansi seperti Bappeda DIJ, DPPKA DIJ, Biro Organisasi Setprov DIJ, dan jajaran Muspika Kecamatan Kali-bawang, Kulonprogo. (kus/jko/ong)